Modus Datang Terlambat untuk Kelabui Panitia, Joki UTBK‑SNBT 2026 di UPN Veteran Jatim Diamankan
Modus Datang Terlambat untuk Kelabui Panitia, Joki UTBK‑SNBT 2026 di UPN Veteran Jatim Diamankan

Modus Datang Terlambat untuk Kelabui Panitia, Joki UTBK‑SNBT 2026 di UPN Veteran Jatim Diamankan

Frankenstein45.Com – 22 April 2026 | UPN Veteran Jawa Timur pada hari Rabu mengamankan dua orang yang diduga melakukan modus datang terlambat dengan tujuan menipu panitia penyelenggaraan UTBK‑SNBT 2026. Kedua tersangka, yang berperan sebagai joki calon peserta, mencoba memasuki ruang ujian setelah jam verifikasi berakhir dengan harapan panitia tidak lagi memeriksa identitas secara ketat.

Modus yang dipakai oleh kedua joki tersebut adalah menunggu hingga batas waktu verifikasi hampir habis, lalu mengajukan alasan keterlambatan mendadak seperti gangguan transportasi. Mereka berharap panitia akan melonggarkan prosedur demi menghindari penundaan jadwal ujian. Namun, tim verifikasi yang dipimpin oleh Kepala Unit Penjaminan Mutu, Dr. Ir. Hadi Susanto, tetap menegakkan aturan dan menolak masuknya mereka ke dalam ruang ujian.

Setelah menolak masuk, joki tersebut mencoba masuk secara paksa melalui pintu belakang. Petugas keamanan kampus langsung menahan mereka dan menyerahkan kepada pihak berwenang kampus. Kedua tersangka kemudian dibawa ke kantor keamanan UPN Veteran Jatim untuk proses administrasi lebih lanjut.

  • Langkah-langkah yang diambil panitia:
    1. Peningkatan ketat verifikasi identitas sebelum ujian.
    2. Penerapan sanksi tegas bagi pelanggar, termasuk penolakan masuk dan pelaporan kepada kepolisian.
    3. Koordinasi dengan unit keamanan kampus untuk pengawasan pintu masuk dan keluar.

Insiden ini menjadi peringatan bagi pihak lain yang masih mengandalkan taktik serupa. Panitia menegaskan bahwa setiap upaya menipu akan ditindak tegas demi menjaga integritas UTBK‑SNBT dan memastikan proses seleksi masuk perguruan tinggi berjalan adil.

Keberhasilan penangkapan joki ini juga menunjukkan efektivitas prosedur baru yang diterapkan. Panitia berharap dengan pengawasan yang lebih ketat, praktik joki dapat diminimalisir sehingga calon mahasiswa dapat bersaing secara fair berdasarkan kemampuan mereka sendiri.