Frankenstein45.Com – 11 Mei 2026 | Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menyampaikan serangkaian kebijakan baru yang ditujukan untuk memperkuat posisi Iran dalam menghadapi tekanan dari Amerika Serikat dan Israel. Pengumuman tersebut dibuat dalam sebuah pidato resmi yang menekankan pentingnya kemandirian pertahanan dan diplomasi aktif.
Khamenei menegaskan bahwa Iran tidak akan menyerah pada tekanan eksternal dan akan mengambil langkah-langkah strategis berikut:
- Meningkatkan produksi dan penyebaran rudal balistik serta sistem pertahanan udara canggih.
- Memperkuat aliansi dengan negara‑negara sahabat di kawasan, termasuk Suriah, Lebanon, dan Hizbullah.
- Memperluas program nuklir damai dengan menekankan hak Iran atas energi nuklir sesuai perjanjian internasional.
- Mengembangkan kemampuan siber untuk melancarkan operasi defensif dan ofensif terhadap jaringan musuh.
- Menambah kehadiran militer di Selat Hormuz untuk melindungi jalur pelayaran strategis.
Selain kebijakan militer, Khamenei juga menyoroti pentingnya diplomasi ekonomi, termasuk upaya memperkuat hubungan perdagangan dengan negara‑negara non‑Barat guna mengurangi ketergantungan pada sistem keuangan yang dikuasai AS.
Para pengamat menilai bahwa langkah ini mencerminkan eskalasi ketegangan di Timur Tengah, terutama setelah serangkaian sanksi ekonomi yang dijatuhkan oleh Washington. Mereka memperingatkan bahwa peningkatan aktivitas militer dan siber dapat menimbulkan risiko konfrontasi langsung jika tidak diiringi dengan jalur dialog yang terbuka.
Meski demikian, Khamenei menegaskan bahwa Iran siap menanggapi setiap ancaman dengan kebijakan yang tegas dan berkelanjutan, sekaligus mengajak komunitas internasional untuk menghormati kedaulatan negara tersebut.




