Frankenstein45.Com – 14 April 2026 | Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Eddy Soeparno, menekankan pentingnya percepatan transisi energi dengan menyusun peta jalan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW). Ia menilai langkah tersebut krusial untuk menjamin ketahanan energi nasional sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Target 100 GW PLTS diharapkan dapat tercapai dalam rentang waktu satu dekade, dengan tahapan yang terukur dan kredibel. Untuk mewujudkannya, MPR mengusulkan beberapa langkah strategis, antara lain:
- Pembentukan kerangka kebijakan yang mempermudah investasi dan penyediaan lahan untuk proyek surya.
- Pemberian insentif fiskal dan non‑fiskal bagi pelaku industri serta masyarakat yang mengadopsi energi surya.
- Peningkatan kapasitas jaringan listrik untuk mengintegrasikan produksi energi terbarukan secara efisien.
- Pengembangan pembiayaan hijau melalui bank pembangunan, lembaga keuangan syariah, dan pasar modal.
- Peningkatan sumber daya manusia melalui pelatihan teknis dan program riset bersama perguruan tinggi.
Selain itu, Soeparno menyoroti perlunya koordinasi lintas sektoral antara pemerintah pusat, daerah, serta pihak swasta. Ia mengajak semua pemangku kepentingan untuk berperan aktif dalam penyusunan peta jalan, sehingga target 100 GW tidak hanya menjadi angka aspiratif melainkan realitas yang dapat diukur.
Jika berhasil, pencapaian PLTS 100 GW akan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, menurunkan emisi karbon, dan memperkuat posisi Indonesia dalam komitmen iklim internasional. Pada saat yang sama, sektor energi terbarukan diharapkan dapat membuka lapangan kerja baru, meningkatkan investasi, dan menstimulasi inovasi teknologi dalam negeri.
Dengan dukungan politik yang kuat dan kebijakan yang konsisten, MPR berharap peta jalan PLTS 100 GW menjadi katalisator utama dalam percepatan transisi energi nasional, menjadikan Indonesia lebih mandiri energi dan lebih kompetitif secara ekonomi.




