Frankenstein45.Com – 28 Juni 2026 | Asisten pribadi Raffi Ahmad, Mufli Budi Ananda, baru-baru ini mengumumkan penunjukannya sebagai komisaris PT Krakatau Posco. Penunjukan ini menimbulkan pertanyaan publik mengenai latar belakang perusahaan serta alasan di balik keterlibatan seorang figur publik dalam dewan komisaris.
PT Krakatau Posco adalah anak perusahaan joint venture antara PT Krakatau Steel, perusahaan baja terbesar di Indonesia, dengan Posco, produsen baja terkemuka asal Korea Selatan. Perusahaan ini didirikan pada tahun 2013 dengan tujuan mengembangkan proyek-proyek baja khusus, termasuk produksi pelat baja berkualitas tinggi untuk industri otomotif, konstruksi, dan infrastruktur.
- Bidang usaha: Produksi dan penjualan pelat baja, plat khusus, serta material logam lainnya.
- Lokasi utama: Pabrik berada di kawasan industri Cilegon, Banten.
- Pemilik saham utama: PT Krakatau Steel (50%) dan Posco (50%).
- Produk unggulan: Baja tahan karat, baja struktural, dan baja berteknologi tinggi untuk aplikasi maritim.
Penunjukan Mufli Budi Ananda sebagai komisaris menandai langkah strategis PT Krakatau Posco dalam memperluas jaringan relasi di sektor hiburan dan media. Meskipun tidak memiliki latar belakang teknis di bidang logam, Mufli diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan brand awareness serta memperkuat citra perusahaan di mata publik.
Penunjukan ini juga menimbulkan spekulasi tentang kemungkinan kolaborasi antara dunia hiburan dan industri berat, misalnya melalui program edukasi atau kampanye sosial yang menonjolkan pentingnya sektor manufaktur dalam perekonomian nasional.
Di media sosial, banyak netizen yang menyambut baik penunjukan ini, sementara sebagian lainnya mengkritik kurangnya keahlian teknis. Namun, para analis menilai bahwa kehadiran tokoh publik dapat meningkatkan visibilitas PT Krakatau Posco, terutama di kalangan generasi muda yang belum terlalu familiar dengan industri baja.
Secara keseluruhan, penunjukan Mufli Budi Ananda mencerminkan tren perusahaan besar yang semakin mengintegrasikan tokoh publik ke dalam struktur kepemimpinan untuk memperluas pengaruh dan memperkuat citra merek.




