Nadiem Makarim Bacakan Duplik di Sidang Dugaan Korupsi Chromebook, Soroti Urgensi Digitalisasi Pendidikan saat Pandemi
Nadiem Makarim Bacakan Duplik di Sidang Dugaan Korupsi Chromebook, Soroti Urgensi Digitalisasi Pendidikan saat Pandemi

Nadiem Makarim Bacakan Duplik di Sidang Dugaan Korupsi Chromebook, Soroti Urgensi Digitalisasi Pendidikan saat Pandemi

Frankenstein45.Com – 23 Juni 2026 | Jakarta, 26 Juni 2023 – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Nadiem Makarim hadir di persidangan kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook. Pada kesempatan itu, ia membacakan duplik (salinan) dokumen yang menjadi bukti utama dalam persidangan.

Nadiem menegaskan bahwa kasus ini tidak hanya menyangkut masalah hukum, melainkan juga menyoroti pentingnya keberlanjutan program digitalisasi pendidikan yang diluncurkan sejak awal pandemi Covid-19. Menurutnya, Chromebook menjadi salah satu perangkat kunci yang memungkinkan proses belajar mengajar daring tetap berjalan di tengah pembatasan sosial.

  • Pengadaan Chromebook ditujukan untuk menyuplai ribuan perangkat ke sekolah-sekolah di wilayah DKI Jakarta.
  • Program digitalisasi diharapkan menutup kesenjangan akses teknologi antara sekolah di daerah perkotaan dan pinggiran.
  • Pandemi mempercepat kebutuhan akan infrastruktur teknologi dalam sistem pendidikan nasional.

Dalam sambutannya, Nadiem menambahkan bahwa walaupun terdapat dugaan penyalahgunaan dana, pemerintah tetap berkomitmen memperkuat ekosistem digital di sektor pendidikan. Ia mengajak semua pihak, termasuk aparat penegak hukum, untuk menegakkan keadilan tanpa mengganggu upaya transformasi pembelajaran berbasis teknologi.

Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan digitalisasi tidak semata-mata bergantung pada perangkat keras, melainkan pada pelatihan guru, kurikulum yang adaptif, serta dukungan infrastruktur internet yang memadai.

Sidang tersebut masih berlangsung dan proses hukum akan terus berjalan. Pemerintah berjanji akan meninjau kembali mekanisme pengadaan barang publik guna mencegah terulangnya kasus serupa di masa depan.