Frankenstein45.Com – 04 Mei 2026 | Jakarta – Dalam persidangan terkait dugaan korupsi penggunaan laptop di lingkungan kementerian, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Nadiem Makarim mengajukan permohonan khusus kepada majelis hakim agar diberikan status tahanan kota.
Permohonan tersebut didasarkan pada pertimbangan kesehatan pribadi Nadiem. Dalam pernyataannya, ia menyampaikan bahwa kondisi medisnya saat ini memerlukan perawatan yang lebih fleksibel dan tidak memungkinkan untuk ditahan di fasilitas penjara biasa.
- Riwayat penyakit kronis yang memerlukan kontrol rutin
- Pengobatan berkelanjutan yang sulit dilakukan di penjara
- Risiko komplikasi kesehatan yang dapat meningkat bila dipenjara
Pengacara Nadiem menegaskan bahwa permohonan ini bukan merupakan upaya menghindari proses hukum, melainkan upaya memastikan hak atas kesehatan tetap terjaga selama proses persidangan berlangsung. Ia menambahkan bahwa Nadiem siap memenuhi semua kewajiban hukum, termasuk kehadiran rutin di ruang sidang.
Hakim yang memimpin persidangan belum memberikan keputusan akhir. Namun, beberapa pengamat hukum menilai bahwa pertimbangan medis dapat menjadi faktor penting dalam penetapan status tahanan kota, terutama bila bukti medis yang sah diajukan.
Kasus ini menambah sorotan publik terhadap prosedur penegakan hukum bagi pejabat tinggi negara, sekaligus memunculkan diskusi mengenai keseimbangan antara hak asasi manusia, khususnya hak atas kesehatan, dan kebutuhan penegakan hukum yang tegas.




