Frankenstein45.Com – 14 April 2026 | Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, mengungkapkan bahwa kasus manipulasi harga Chromebook yang dibeli oleh pemerintah menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 2,1 triliun. Menurutnya, audit yang dilakukan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) tidak memeriksa harga pasar secara memadai, sehingga laporan audit tidak memberikan gambaran yang detail tentang besarnya kerugian.
Kasus ini bermula ketika sejumlah unit Chromebook dibeli untuk keperluan pendidikan di seluruh Indonesia. Pemeriksaan selanjutnya menemukan selisih harga yang sangat signifikan antara harga yang dibayarkan pemerintah dan harga pasar yang sebenarnya.
Faktor-faktor yang menyebabkan selisih harga
- Penentuan harga yang tidak mengacu pada katalog resmi atau sumber pasar terbuka.
- Kurangnya verifikasi independen terhadap penawaran vendor.
- Proses tender yang dianggap tidak transparan.
Audit BPKP yang seharusnya menilai kelayakan harga ternyata tidak mencakup analisis pasar yang komprehensif. Nadiem menilai bahwa hal ini menjadi titik lemah utama yang memungkinkan terjadinya manipulasi harga.
Berikut ini rangkuman temuan utama yang diungkapkan oleh Nadiem:
| Aspek | Temuan |
|---|---|
| Selisih Harga | Rp 2,1 triliun |
| Metode Audit | Tidak membandingkan dengan harga pasar |
| Rekomendasi | Perbaikan prosedur tender dan audit pasar |
Menanggapi temuan tersebut, Nadiem menekankan perlunya reformasi pada mekanisme pengadaan barang pemerintah. Ia mengusulkan beberapa langkah, antara lain:
- Penerapan standar harga pasar yang bersumber dari katalog resmi atau platform e‑commerce terpercaya.
- Penguatan peran lembaga independen dalam memverifikasi penawaran.
- Peningkatan transparansi proses tender melalui publikasi dokumen secara terbuka.
Dengan langkah‑langkah ini, diharapkan tidak hanya mengurangi potensi kerugian di masa mendatang, tetapi juga meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan keuangan negara.




