Frankenstein45.Com – 19 Mei 2026 | Napoli menorehkan kemenangan telak 4-0 atas Cremonese pada laga Serie A pekan ke-38 yang digelar di Stadion San Paolo, menegaskan dominasinya menjelang akhir musim. Gol-gol spektakuler dari Lorenzo Insigne, Victor Osimhen, Khvicha Kvaratskheliya, dan Matteo Benedetti mengalir secara berurutan, memaksa pihak lawan terpaksa mengadopsi taktik defensif yang tidak efektif.
Serangan Napoli Tak Terbendung
Sejak peluit awal, Napoli menancapkan tekanan tinggi. Insigne membuka skor pada menit ke‑12 lewat tendangan voli yang menembus gawang Cremonese, disusul oleh Osimhen yang memanfaatkan umpan silang dari Kvaratskheliya pada menit ke‑27. Kedua gol pertama itu menambah beban mental pada tim asal Lombardy yang sudah berada di zona degradasi.
Gol ketiga muncul pada menit ke‑54, ketika Benedetti memanfaatkan kekeliruan lini belakang Cremonese dan mengeksekusi tembakan keras dari luar kotak penalti. Empat menit kemudian, Kvaratskheliya menutup rapat jaringan skor dengan tendangan jarak jauh yang melesat tepat ke sudut atas gawang.
Cremonese Terpuruk di Papan Bawah
Kekalahan telak ini menambah catatan pahit Cremonese yang selama ini berjuang keras untuk menghindari zona degradasi. Tim yang dipimpin oleh kiper berpengalaman Emil Audero hanya mampu mencatat satu tembakan ke arah gawang Napoli, sementara pertahanan mereka kebobolan secara beruntun.
Sejak awal musim, Cremonese berada di posisi ke‑18 dengan poin 34, hanya terpaut satu poin dari US Lecce yang berada di zona aman. Kemenangan tipis 1‑0 atas Udinese pada pekan ke‑37 melalui gol Jamie Vardy tidak cukup mengangkat mereka keluar dari zona merah. Pada laga pamungkas melawan Como, Cremonese harus mengincar kemenangan untuk tetap bertahan, namun hasil 4‑0 melawan Napoli menegaskan betapa lemah mereka di lini serang maupun pertahanan.
Kevin De Bruyne Pujian untuk Napoli
Meski bukan bagian dari tim Italia, Kevin De Bruyne, gelandang Manchester City, menyampaikan apresiasi publik melalui media sosialnya terhadap performa Napoli. De Bruyne menulis, “Napoli menampilkan permainan kolektif yang luar biasa, kombinasi teknik dan kecepatan yang mematikan. Mereka pantas mendapatkan pujian untuk kebersamaan dan mentalitas juara.”
Pujian tersebut menjadi bukti bahwa penampilan Napoli tidak hanya menginspirasi suporter di Italia, tetapi juga menimbulkan perhatian dari bintang-bintang sepak bola Eropa.
Dampak Kekalahan Bagi Cremonese
Dengan selisih gol yang melebar, Cremonese harus mengandalkan hasil pertandingan lain pada pekan terakhir. US Lecce dijadwalkan melawan Genoa, sementara Cremonese masih memiliki peluang jika Lecce gagal meraih poin. Namun, beban mental setelah dihajar telak 4‑0 membuat harapan Cremonese semakin suram.
Audero, yang telah menorehkan 11 clean sheet dalam 33 penampilan musim ini, tetap menjadi pilar terakhir tim. Ia mengaku, “Kami harus bangkit kembali dan memberikan penampilan terbaik pada laga berikutnya. Fokus dan semangat juang tetap menjadi kunci.”
Di sisi lain, Napoli mengamankan posisi tiga besar Serie A dengan selisih poin yang nyaman, sekaligus menegaskan ambisi mereka untuk melaju ke kompetisi Eropa musim depan.
Secara keseluruhan, pertandingan ini menampilkan kontras tajam antara dua tim dengan tujuan yang berbeda. Napoli menegaskan diri sebagai salah satu kontestan utama, sementara Cremonese harus berjuang keras agar tidak terperosok ke Serie B.




