Frankenstein45.Com – 12 April 2026 | Pengadaan motor jenis MBG (Motor Bertenaga Gas) kembali menjadi sorotan publik selama sepekan terakhir setelah muncul kritik tajam dari mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Saiful Mujani. Pemerintah mengumumkan rencana pembelian ribuan unit motor MBG untuk mendukung mobilitas aparat dan kegiatan operasional di berbagai kementerian.
Rencana pengadaan mencakup 3.200 unit motor MBG dengan total nilai kontrak sekitar Rp 720 miliar. Motor tersebut dipilih karena dianggap lebih ramah lingkungan dan hemat bahan bakar dibandingkan motor konvensional berbahan bakar bensin.
- Jenis motor: MBG 150 cc
- Jumlah unit: 3.200 unit
- Harga per unit: Rp 225 juta
- Total anggaran: Rp 720 miliar
Saiful Mujani menilai proses pengadaan tersebut kurang transparan dan berpotensi menimbulkan pemborosan anggaran. Dalam pernyataannya, ia menyoroti tidak adanya kompetisi terbuka dalam pemilihan pemasok serta kurangnya evaluasi biaya manfaat yang mendetail.
Berikut poin-poin utama kritik Saiful Mujani:
- Pengadaan tidak melalui lelang terbuka, melainkan penunjukan langsung.
- Harga per unit dinilai terlalu tinggi dibandingkan harga pasar.
- Kurangnya analisis dampak lingkungan dan efisiensi operasional.
Pemerintah menanggapi kritik tersebut dengan menyatakan bahwa proses pengadaan telah mengikuti prosedur yang berlaku dan bahwa motor MBG dipilih karena memenuhi standar keamanan serta efisiensi energi yang dibutuhkan. Selain itu, Kementerian Keuangan diklaim telah melakukan audit internal untuk memastikan tidak ada penyimpangan.
Reaksi masyarakat terbagi. Sebagian mengapresiasi upaya pemerintah dalam mengurangi emisi karbon, sementara yang lain menuntut transparansi lebih lanjut dan pertanggungjawaban penggunaan dana publik.
Jika kritik ini terus berlanjut, kemungkinan besar akan ada revisi terhadap mekanisme pengadaan atau bahkan peninjauan kembali total anggaran yang dialokasikan untuk proyek motor MBG.




