Frankenstein45.Com – 19 Juni 2026 | Pasar motor listrik bekas di Indonesia masih menghadapi kendala utama, yaitu rendahnya nilai jual kembali. Menurut Aismoli, perusahaan yang bergerak di bidang penjualan motor listrik, prospek pasar ini tetap positif asalkan dukungan regulasi dan infrastruktur terus ditingkatkan.
Beberapa faktor yang memengaruhi nilai jual kembali antara lain kondisi baterai, usia kendaraan, dan ketersediaan jaringan layanan purna jual. Berikut ini rangkuman faktor-faktor tersebut dalam bentuk tabel:
| Faktor | Dampak pada Nilai Jual Kembali |
|---|---|
| Kondisi Baterai | Penurunan kapasitas baterai menurunkan harga jual sekitar 10-20% per 10.000 km. |
| Usia Kendaraan | Motor listrik berusia >3 tahun biasanya mengalami depresiasi 30% dari harga baru. |
| Layanan Purna Jual | Ketersediaan layanan resmi meningkatkan kepercayaan pembeli dan menambah nilai jual. |
Aismoli menegaskan bahwa pemerintah telah mengeluarkan sejumlah kebijakan yang dapat mendorong pertumbuhan pasar bekas, seperti insentif pajak untuk kendaraan listrik, pembentukan standar baterai, dan subsidi pembangunan stasiun pengisian cepat. Kebijakan ini diharapkan menurunkan biaya kepemilikan total, sehingga konsumen lebih bersedia membeli motor listrik bekas dengan harga yang lebih wajar.
Selain kebijakan, Aismoli juga menyarankan beberapa langkah praktis bagi penjual dan pembeli:
- Melakukan inspeksi baterai secara profesional sebelum transaksi.
- Menggunakan platform digital terpercaya untuk mempublikasikan iklan dan memverifikasi data kendaraan.
- Menggabungkan paket layanan purna jual, seperti garansi baterai selama satu tahun.
Dengan kombinasi dukungan pemerintah, peningkatan standar layanan, dan kesadaran konsumen akan nilai ekonomi serta lingkungan, Aismoli optimis pasar motor listrik bekas akan mengalami pertumbuhan signifikan dalam lima tahun ke depan.




