Frankenstein45.Com – 05 Juni 2026 | Dalam sebuah pernyataan yang mengundang perhatian, seorang pengamat bernama Noel menyoroti kemungkinan terjadinya Peristiwa 98 Jilid 2 serta gejolak sosial yang dapat memengaruhi stabilitas nasional. Ia menekankan bahwa Presiden Prabowo Subianto perlu lebih waspada terhadap dinamika nilai tukar dolar yang terus menguat serta penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang dapat menimbulkan risiko keamanan ekonomi dan sosial di Indonesia.
Naiknya nilai dolar Amerika Serikat terhadap rupiah selama beberapa bulan terakhir menimbulkan tekanan pada sektor impor, terutama pada komoditas penting seperti bahan bakar dan bahan pangan. Kenaikan tersebut juga berpotensi memperlebar defisit perdagangan dan menambah beban inflasi, yang pada gilirannya dapat memicu ketidakpuasan publik.
Dampak potensial yang diidentifikasi Noel
- Kenaikan harga barang kebutuhan pokok: Import barang menjadi lebih mahal, menekan daya beli masyarakat.
- Penurunan IHSG: Investor asing cenderung menarik dana, memperlemah pasar modal domestik.
- Ketegangan sosial: Kenaikan harga dan ketidakpastian ekonomi dapat memicu aksi protes atau kerusuhan.
- Ancaman keamanan nasional: Kombinasi faktor ekonomi dan sosial dapat dimanfaatkan oleh kelompok radikal untuk memperparah situasi.
Untuk mengantisipasi skenario tersebut, Noel menyarankan beberapa langkah strategis yang dapat dipertimbangkan pemerintah:
- Memperkuat cadangan devisa dan menyiapkan kebijakan moneter fleksibel untuk menahan volatilitas dolar.
- Meningkatkan dukungan kepada sektor produksi dalam negeri guna mengurangi ketergantungan pada impor.
- Melakukan koordinasi intensif antara otoritas moneter, pasar modal, dan lembaga keamanan dalam rangka memantau pergerakan IHSG dan potensi gejolak sosial.
- Mengoptimalkan komunikasi publik untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap kebijakan ekonomi pemerintah.
Dengan langkah‑langkah tersebut, diharapkan Indonesia dapat menahan gejolak nilai tukar dan pasar saham, sekaligus menjaga stabilitas sosial demi keamanan dan kesejahteraan bangsa.




