Frankenstein45.Com – 21 Mei 2026 | Baru-baru ini terjadi sebuah insiden udara yang hampir berujung pada tabrakan di zona udara internasional. Sebuah jet tempur Sukhoi Su-27 buatan Rusia melakukan serangkaian manuver agresif di depan pesawat mata‑mata Inggris tipe Rivet Joint, dengan jarak hanya enam meter antara kedua pesawat.
Rivet Joint merupakan pesawat pengintai berbasis Boeing 707 yang dilengkapi peralatan ELINT (Electronic Intelligence) canggih. Pesawat ini biasanya beroperasi pada ketinggian tinggi untuk mengumpulkan sinyal-sinyal elektronik dari negara-negara lain, termasuk Rusia.
Berikut rangkaian peristiwa yang dilaporkan:
- Rivet Joint memasuki area patroli Rusia pada jam 13.00 WIB.
- Su-27 pertama kali mendekati pesawat Inggris dari samping kanan, berjarak sekitar 30 meter.
- Selama 12 menit berikutnya, Su-27 melakukan lima manuver tambahan, masing‑masing menurunkan jarak menjadi 15, 10, dan akhirnya 6 meter.
- Setelah enam lintasan, pilot Su-27 berbalik arah dan menjauh, mengakhiri konfrontasi tanpa terjadi benturan fisik.
Hingga kini, kedua pihak belum mengeluarkan pernyataan resmi yang mengkonfirmasi detail teknis atau motif di balik manuver tersebut. Namun, analis militer menilai bahwa tindakan Rusia bisa menjadi bentuk peringatan terhadap operasi pengintaian Inggris di wilayah yang dianggap sensitif.
Insiden ini menambah ketegangan dalam hubungan pertahanan antara Moskow dan London, serta menimbulkan pertanyaan tentang protokol keselamatan penerbangan militer di ruang udara yang tumpang tindih. Pengamat menekankan pentingnya dialog diplomatik untuk mencegah kejadian serupa di masa depan, mengingat potensi bahaya yang dapat timbul dari interaksi langsung antara pesawat tempur dan pesawat intelijen.




