Frankenstein45.Com – 13 Mei 2026 | Otoritas Jasa Keuangan (OJK) wilayah Sulawesi Tengah menggelar serangkaian kegiatan untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di kalangan penyandang disabilitas. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya OJK memperluas akses layanan keuangan yang inklusif di seluruh Indonesia.
Program yang diluncurkan pada bulan ini menargetkan kelompok penyandang tunanetra, tunarungu, dan penyandang disabilitas fisik lainnya. Melalui kerja sama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) lokal serta lembaga keuangan, OJK menyediakan materi edukasi yang disesuaikan dengan kebutuhan masing‑masing peserta.
- Penyuluhan dasar tentang tabungan, kredit, dan asuransi yang disampaikan dalam format audio, braille, dan bahasa isyarat.
- Simulasi penggunaan aplikasi perbankan digital dengan bantuan perangkat bantu seperti pembaca layar.
- Pemberian pelatihan keterampilan mengelola keuangan pribadi secara mandiri.
Seluruh kegiatan direncanakan berlangsung selama tiga bulan, dengan sesi evaluasi setiap akhir pekan untuk mengukur tingkat pemahaman peserta. Hasil awal menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dasar keuangan, terutama pada kelompok tunanetra yang sebelumnya mengalami keterbatasan akses informasi.
Ketua OJK Sulawesi Tengah, Budi Santoso, menekankan pentingnya menciptakan ekosistem keuangan yang ramah disabilitas. Ia menyatakan, “Setiap warga negara berhak mendapatkan layanan keuangan yang aman dan mudah dipahami. Dengan meningkatkan literasi, kami berharap dapat memberdayakan penyandang disabilitas untuk mengambil keputusan finansial yang lebih baik.”
Program ini juga diharapkan dapat memicu partisipasi lembaga keuangan dalam menyediakan produk yang lebih adaptif, seperti rekening khusus dengan fasilitas aksesibilitas tinggi. OJK berkomitmen melanjutkan pendampingan pasca‑pelatihan, termasuk layanan konsultasi gratis selama enam bulan ke depan.




