Frankenstein45.Com – 11 Juni 2026 | Data terbaru menunjukkan bahwa lebih dari sembilan puluh persen kasus kejahatan jalanan di Jakarta dilaporkan oleh para pengemudi ojek online (ojol) kepada kepolisian. Keberadaan aplikasi pemesanan transportasi memudahkan para pengemudi untuk langsung mengirimkan informasi secara real time, sehingga menjadi sumber laporan paling signifikan bagi aparat.
Polri menanggapi lonjakan laporan tersebut dengan meningkatkan kecepatan respons. Tim unit khusus dibentuk untuk memproses laporan dari ojol, melakukan verifikasi, serta menyalurkan unit patroli ke lokasi kejadian dalam hitungan menit. Upaya ini terbukti menurunkan waktu penanganan rata-rata dari 45 menit menjadi kurang dari 20 menit.
| Jenis Kejahatan | Persentase Laporan dari Ojol |
|---|---|
| Pencurian sepeda motor | 68% |
| Perampokan | 57% |
| Penganiayaan | 49% |
Untuk memperkuat sinergi antara ojol dan aparat, Korlantas Nasional menginisiasi program “Ojol Nusantara”. Program ini mencakup pelatihan bagi pengemudi tentang prosedur pelaporan, penyediaan perangkat komunikasi khusus, serta insentif bagi yang aktif membantu menurunkan tingkat kriminalitas.
Dengan kolaborasi yang semakin erat, diharapkan keamanan dan ketertiban di jalan raya Jakarta dapat terjaga lebih baik, serta kepercayaan publik terhadap layanan transportasi online semakin meningkat.







