Frankenstein45.Com – 02 Mei 2026 | Di era digital, anak-anak semakin mudah mengakses perangkat elektronik sejak usia dini. Kondisi ini menuntut peran aktif orang tua dalam membimbing proses belajar digital agar tidak menimbulkan dampak negatif.
Gisella Tani Pratiwi, M.Psi, seorang psikolog klinis anak dan remaja, menekankan pentingnya keterlibatan orang tua sejak awal. Menurutnya, kehadiran orang tua dapat membentuk kebiasaan penggunaan teknologi yang sehat, meningkatkan motivasi belajar, serta melindungi anak dari risiko konten tidak pantas.
Namun, banyak orang tua menghadapi tantangan seperti keterbatasan literasi digital, kontrol waktu layar, dan kesulitan menilai kualitas aplikasi edukatif.
Berikut beberapa langkah praktis yang dapat diterapkan:
- Tetapkan batasan waktu penggunaan gadget setiap hari.
- Ikuti aktivitas anak secara langsung, misalnya dengan bermain game edukatif bersama.
- Pilih aplikasi atau platform yang telah terverifikasi keamanannya dan memiliki konten edukatif.
- Ajarilah nilai etika digital, termasuk cara berinteraksi secara sopan di dunia maya.
- Gunakan fitur kontrol orang tua untuk memantau aktivitas dan melaporkan konten yang tidak sesuai.
- Seimbangkan dengan kegiatan offline seperti membaca buku, bermain di luar, atau berkreasi.
Kolaborasi antara orang tua dan sekolah menjadi kunci keberhasilan. Sekolah dapat memberikan panduan tentang penggunaan teknologi yang efektif, sementara orang tua melaksanakan penerapan di rumah.
Dengan keterlibatan yang konsisten, anak dapat memanfaatkan teknologi sebagai alat pembelajaran yang memperluas wawasan tanpa mengorbankan kesejahteraan mental dan sosial.




