Oscar Motuloh Nilai Karya M. Adimaja dalam Pameran "Ursyalim" yang Menghadirkan Makna Spiritual
Oscar Motuloh Nilai Karya M. Adimaja dalam Pameran "Ursyalim" yang Menghadirkan Makna Spiritual

Oscar Motuloh Nilai Karya M. Adimaja dalam Pameran “Ursyalim” yang Menghadirkan Makna Spiritual

Frankenstein45.Com – 23 Mei 2026 | Kurator foto senior Oscar Motuloh memberikan penilaian mendalam terhadap buku dan pameran foto jurnalistik berjudul Ursyalim karya pewarta foto M. Adimaja. Menurut Motuloh, karya tersebut tidak sekadar menampilkan visual dokumenter, melainkan berhasil menyalurkan pesan spiritual yang kuat melalui sudut pandang manusia biasa.

“Ursyalim” menyajikan rangkaian foto yang menangkap momen-momen keseharian, ritual, dan lanskap yang sarat akan nilai keagamaan serta kebudayaan. M. Adimaja menggunakan cahaya, kontras, dan komposisi yang terukur untuk menekankan kehadiran yang tak terlihat—sebuah kehadiran yang ia sebut sebagai “spiritualitas yang mengalir dalam tiap detik kehidupan”.

Oscar Motuloh menyoroti tiga aspek utama yang membuat Ursyalim menonjol:

  • Kepekaan naratif: Setiap foto tidak hanya mencatat fakta, melainkan juga mengisahkan perjalanan batin subjek.
  • Penggunaan simbol: Elemen-elemen simbolik seperti cahaya lilin, doa bersama, dan jejak langkah di pasir memperkuat dimensi spiritual.
  • Estetika jurnalistik: Teknik foto jurnalistik tradisional dipadukan dengan estetika seni rupa, menghasilkan karya yang informatif sekaligus menginspirasi.

Motuloh menambahkan, “Karya ini memperluas batasan foto jurnalistik. Ia mengajarkan bahwa laporan visual dapat menyentuh hati pembaca, bukan sekadar memberi informasi.” Ia juga memuji cara M. Adimaja menyeimbangkan objektivitas dengan kepekaan spiritual, sehingga penonton dapat merasakan kedalaman makna tanpa kehilangan kredibilitas jurnalistik.

Pameran Ursyalim yang diadakan di Jakarta menarik minat kalangan akademisi, praktisi foto, serta masyarakat umum. Pengunjung melaporkan bahwa mereka merasa terhubung secara emosional dengan gambar‑gambar yang menampilkan ritual keagamaan, proses pemakaman, serta kebersamaan komunitas.

Penilaian positif dari Oscar Motuloh diharapkan dapat membuka ruang dialog lebih luas tentang peran foto jurnalistik dalam menggali dimensi spiritual kehidupan. Ia mengajak para fotografer muda untuk tidak takut mengeksplorasi tema‑tema yang bersifat metafisik, asalkan tetap berpegang pada prinsip etika dan kebenaran.