Pakar Sebut Kenaikan Harga BBM Non Subsidi Wajar di Tengah Krisis Energi Global
Pakar Sebut Kenaikan Harga BBM Non Subsidi Wajar di Tengah Krisis Energi Global

Pakar Sebut Kenaikan Harga BBM Non Subsidi Wajar di Tengah Krisis Energi Global

Frankenstein45.Com – 20 April 2026 | Pemerintah Indonesia kembali mengumumkan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi. Kenaikan tersebut menimbulkan beragam reaksi, namun para pakar energi menilai langkah ini wajar mengingat dinamika krisis energi global yang sedang berlangsung.

Dr. Andi Wijaya, seorang pakar energi dari Institut Riset Energi Nasional, menjelaskan, “Kenaikan harga BBM non subsidi merupakan koreksi atas kebijakan sebelumnya yang tidak mengikuti mekanisme pasar. Harga dunia minyak mentah terus berfluktuasi akibat ketegangan geopolitik dan gangguan pasokan, sehingga penyesuaian domestik menjadi tak terhindarkan.”

Beberapa faktor utama yang mendorong penyesuaian harga meliputi:

  • Ketergantungan impor minyak mentah yang mencapai lebih dari 90% kebutuhan nasional.
  • Fluktuasi harga minyak dunia yang mencapai lebih dari 30% dalam enam bulan terakhir.
  • Kenaikan biaya produksi dan distribusi akibat kenaikan harga bahan baku dan energi.
  • Kebijakan pemerintah sebelumnya yang menetapkan harga secara terpusat tanpa mempertimbangkan indeks harga internasional.

Berikut gambaran singkat perbandingan harga BBM non subsidi sebelum dan sesudah penyesuaian:

Tahun Harga per Liter (Rp)
2023 7.650
2024 (setelah penyesuaian) 8.200

Para analis menekankan bahwa penyesuaian harga tidak serta merta meningkatkan beban konsumen secara signifikan, karena sebagian besar kenaikan akan diserap oleh produsen dan distributor. Namun, pemerintah diharapkan tetap menjaga keseimbangan antara kebutuhan fiskal, stabilitas pasar, dan kepentingan konsumen.