Panen 30 Ton Jahe di Desa Antibar, Mempawah Buka Peluang Usaha Menjanjikan
Panen 30 Ton Jahe di Desa Antibar, Mempawah Buka Peluang Usaha Menjanjikan

Panen 30 Ton Jahe di Desa Antibar, Mempawah Buka Peluang Usaha Menjanjikan

Frankenstein45.Com – 26 April 2026 | Petani di Desa Antibar, Kabupaten Mempawah berhasil memanen hingga 30 ton jahe dalam satu siklus tanam, menandai peningkatan signifikan produksi tanaman rempah ini. Keberhasilan tersebut tidak lepas dari penerapan teknik budidaya modern, pemilihan bibit unggul, dan dukungan program pemerintah daerah.

Selama masa tanam, petani memanfaatkan lahan seluas sekitar 5 hektar dengan sistem rotasi dan pemupukan organik yang terkontrol. Hasil panen yang melimpah membuka peluang usaha baru, mulai dari pengolahan jahe menjadi produk olahan, pemasaran ke pasar domestik, hingga ekspor.

Berikut beberapa peluang usaha yang dapat dikembangkan dari produksi jahe ini:

  • Pengolahan jahe segar menjadi bumbu, selai, atau minuman tradisional.
  • Pembuatan suplemen kesehatan berbasis jahe, mengingat kandungan antioksidan yang tinggi.
  • Ekspor jahe kering ke negara‑negara Asia dan Eropa yang memiliki permintaan tinggi.
  • Pengembangan kemasan ramah lingkungan untuk meningkatkan nilai jual.

Selain itu, peningkatan produksi jahe berdampak positif pada perekonomian lokal. Pendapatan petani naik rata‑rata 40 persen dibandingkan musim sebelumnya, sehingga daya beli masyarakat setempat pun meningkat.

Pemerintah Kabupaten Mempawah berencana memperluas fasilitas pendukung, seperti pelatihan teknis, akses permodalan, dan jaringan distribusi. Langkah ini diharapkan dapat menstimulasi lebih banyak petani untuk beralih ke budidaya jahe, sekaligus memperkuat posisi Mempawah sebagai salah satu sentra produksi jahe di Kalimantan Barat.