Frankenstein45.Com – 30 Juni 2026 | Panglima Kodam XII/Tanjungpura, Mayor Jenderal TNI Novi Rubadi Sugito, menegaskan perlunya pengawasan yang lebih ketat di jalur lintas perbatasan (jalur tikus) antara Indonesia dan Malaysia, khususnya di wilayah Kalimantan Barat.
Perintah tersebut disampaikan kepada satuan tugas Pamtas RI‑Malaysia dengan tujuan utama mencegah masuknya barang ilegal, narkotika, serta arus migrasi manusia yang tidak tercatat.
Langkah‑langkah yang akan diimplementasikan meliputi:
- Peningkatan patroli di titik‑titik rawan sepanjang jalur tikus.
- Penggunaan teknologi pemantauan seperti kamera termal dan drone.
- Koordinasi intensif dengan aparat keamanan Malaysia untuk pertukaran intelijen.
- Pemeriksaan dokumen dan barang secara menyeluruh pada setiap kendaraan yang melintasi perbatasan.
- Peningkatan sanksi bagi pelaku penyelundupan.
Selain itu, Maj. Gen. Novi menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat setempat sebagai mata rantai pertama dalam mengidentifikasi aktivitas mencurigakan. Masyarakat diharapkan melaporkan indikasi penyelundupan kepada pihak berwenang.
Pengawasan ketat ini diharapkan dapat menurunkan angka penyelundupan barang berbahaya dan memperkuat keamanan perbatasan Indonesia‑Malaysia di wilayah Kalimantan Barat.




