Pangeran Sambernyawa Pimpin Pasukannya dengan Semboyan Tiji Tibeh, Bikin Belanda Kocar-kacir
Pangeran Sambernyawa Pimpin Pasukannya dengan Semboyan Tiji Tibeh, Bikin Belanda Kocar-kacir

Pangeran Sambernyawa Pimpin Pasukannya dengan Semboyan Tiji Tibeh, Bikin Belanda Kocar-kacir

Frankenstein45.Com – 12 April 2026 | Pangeran Sambernyawa, atau lebih dikenal dengan nama Prince Sambernyawa, memerintah selama 16 tahun dari 1740 hingga 1757. Pada masa itu, ia memimpin perlawanan sengit melawan perusahaan dagang Belanda (VOC) yang berusaha memperluas cengkeramannya di wilayah Jawa.

Semboyan legendaris “Tiji Tibeh” menjadi mantra motivasi bagi pasukan yang dipimpin sang pangeran. Kata “Tiji” berarti tiga, sementara “Tibeh” diartikan sebagai keberanian atau semangat juang. Kombinasi tersebut menggambarkan tiga nilai utama yang dijunjung: keberanian, kesetiaan, dan tekad untuk mempertahankan kedaulatan tanah air.

Berikut beberapa momen penting dalam perjuangan Pangeran Sambernyawa:

  • 1741: Serangan balik terhadap pos VOC di Pulau Madura yang berhasil memaksa Belanda mundur.
  • 1744: Penyerangan ke benteng Griya Kramat di Surabaya, menandai keberhasilan strategi gerilya.
  • 1750: Penggunaan taktik penyergapan di jalur sungai Bengawan Solo yang membuat pasukan VOC mengalami kerugian besar.

Strategi Pangeran Sambernyawa tidak hanya mengandalkan kekuatan militer, tetapi juga memanfaatkan jaringan sosial lokal. Ia menjalin aliansi dengan tokoh-tokoh adat, menggalang dukungan rakyat, serta memanfaatkan pengetahuan medan yang mendalam.

Pengaruh semboyan “Tiji Tibeh” terbukti sangat efektif. Pasukan yang mendengar seruan tersebut menegaskan tekadnya untuk tidak mundur, bahkan ketika menghadapi persenjataan superior dari Belanda. Akibatnya, VOC sering kali berada dalam keadaan kocar-kacir, terpaksa menyesuaikan taktiknya atau menarik diri dari wilayah-wilayah yang dipertahankan dengan gigih.

Meski akhirnya Pangeran Sambernyawa wafat pada tahun 1757, warisan perjuangannya tetap menginspirasi generasi berikutnya. Semboyan “Tiji Tibeh” kini menjadi simbol keberanian rakyat Indonesia dalam melawan penjajahan, sekaligus mengingatkan akan pentingnya persatuan dan semangat juang yang tak kenal lelah.