Pasaman Barat Mulai Inventarisasi Wilayah Pertanian Potensial Kekeringan
Pasaman Barat Mulai Inventarisasi Wilayah Pertanian Potensial Kekeringan

Pasaman Barat Mulai Inventarisasi Wilayah Pertanian Potensial Kekeringan

Frankenstein45.Com – 22 April 2026 | Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, telah memulai proses inventarisasi wilayah pertanian yang berpotensi mengalami kekeringan. Langkah ini diambil sebagai upaya antisipasi terhadap musim kemarau yang diprediksi akan lebih intensif pada tahun mendatang.

Inisiatif ini diprakarsai oleh Bupati Pasaman Barat bersama Dinas Pertanian dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah. Tim gabungan tersebut akan melakukan pemetaan menggunakan citra satelit, survei lapangan, serta analisis data historis curah hujan dan tingkat kelembaban tanah.

Beberapa tahapan utama dalam proses inventarisasi meliputi:

  • Pemilihan zona pertanian yang rentan berdasarkan data iklim selama lima tahun terakhir.
  • Pengukuran kelembaban tanah secara periodik di titik-titik kritis.
  • Wawancara dengan petani lokal untuk mengidentifikasi pola tanam dan sumber air irigasi.
  • Penyusunan peta digital yang menandai area dengan tingkat risiko tinggi.
  • Penyusunan rekomendasi kebijakan, seperti penyesuaian jadwal tanam, penggunaan varietas tahan kering, dan pembangunan infrastruktur penampungan air.

Hasil inventarisasi diharapkan dapat menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam merumuskan strategi mitigasi kekeringan, termasuk alokasi bantuan subsidi pupuk dan penyediaan fasilitas irigasi yang lebih efisien.

Selain itu, data yang dikumpulkan akan dibagikan kepada lembaga penelitian dan universitas setempat untuk mendukung studi lanjutan tentang adaptasi pertanian terhadap perubahan iklim.

Petani di wilayah Pasaman Barat menyambut baik program ini, mengingat beberapa musim kemarau belakangan ini telah menurunkan hasil panen secara signifikan. Dengan adanya data yang akurat, mereka berharap dapat mengoptimalkan penggunaan air serta mengurangi risiko kegagalan tanaman.

Inventarisasi diperkirakan selesai dalam tiga bulan ke depan, setelah itu akan dilanjutkan dengan penyusunan rencana aksi konkret yang melibatkan semua pemangku kepentingan.