Pasar Cermati Kebijakan The Fed, Nilai Tukar Rupiah Berpotensi Tertekan pada 18 Juni
Pasar Cermati Kebijakan The Fed, Nilai Tukar Rupiah Berpotensi Tertekan pada 18 Juni

Pasar Cermati Kebijakan The Fed, Nilai Tukar Rupiah Berpotensi Tertekan pada 18 Juni

Frankenstein45.Com – 18 Juni 2026 | Pasar valuta asing di Indonesia memperhatikan kebijakan terbaru Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat menjelang sesi perdagangan Kamis, 18 Juni 2024. Analis memperkirakan bahwa keputusan moneter The Fed dapat menambah tekanan pada nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Setelah sesi sebelumnya pada Rabu, 17 Juni, rupiah tercatat melemah 39 poin menjadi Rp17.764 per dolar AS. Penurunan tersebut mencerminkan sentimen pasar yang sensitif terhadap ekspektasi kenaikan suku bunga atau kebijakan ketat lainnya dari The Fed.

Berikut beberapa faktor utama yang dipertimbangkan pelaku pasar:

  • Kebijakan suku bunga The Fed: Potensi kenaikan suku bunga dapat meningkatkan imbal hasil obligasi AS, menarik aliran dana masuk ke dolar dan menurunkan nilai tukar mata uang emerging market termasuk rupiah.
  • Data inflasi AS: Jika data inflasi tetap tinggi, The Fed cenderung mempertahankan atau memperketat kebijakan moneter.
  • Sentimen risiko global: Ketegangan geopolitik atau volatilitas pasar saham dapat memicu pergeseran dana ke aset safe‑haven seperti dolar.

Data historis nilai tukar dalam seminggu terakhir dapat dilihat pada tabel berikut:

Tanggal Kurs (Rp/USD)
13 Jun 2024 Rp17.720
14 Jun 2024 Rp17.735
15 Jun 2024 Rp17.750
16 Jun 2024 Rp17.760
17 Jun 2024 Rp17.764

Jika The Fed mengumumkan kebijakan yang lebih hawkish, analis memproyeksikan rupiah dapat menembus level Rp17.800 atau bahkan Rp17.850 per dolar dalam beberapa hari ke depan. Sebaliknya, keputusan yang lebih dovish dapat menahan penurunan nilai tukar.

Investor disarankan untuk memantau pernyataan resmi The Fed serta data ekonomi utama AS, sambil mempertimbangkan strategi lindung nilai (hedging) bila diperlukan.