Frankenstein45.Com – 24 Juni 2026 | Harga minyak mentah Brent mengalami penurunan signifikan pada Rabu, 24 Juni 2024, turun di bawah US$76 per barel untuk hari ketiga berturut‑turut. Penurunan ini menandai level terendah dalam empat bulan terakhir.
Penurunan harga dipicu oleh pulihnya arus pengiriman minyak melalui Selat Hormuz, yang selama beberapa minggu terakhir mengalami gangguan akibat ketegangan geopolitik. Dengan meningkatnya pasokan dari Teluk, tekanan beli pada pasar spot berkurang.
Berikut beberapa faktor utama yang berkontribusi pada penurunan harga Brent:
- Pulihnya pengiriman minyak melalui Selat Hormuz, meningkatkan pasokan global.
- Permintaan global yang masih belum pulih sepenuhnya pasca‑pandemi.
- Kebijakan produksi OPEC+ yang masih mengakomodasi surplus.
Analisis pasar menunjukkan bahwa selama empat bulan terakhir, harga Brent berada di atas US$80 per barel, namun sejak pertengahan Mei mulai menurun secara konsisten. Jika arus pasokan tetap stabil, harga diperkirakan akan tetap berada di kisaran US$75‑US$78 per barel dalam beberapa minggu ke depan.
Penurunan harga ini berdampak pada berbagai sektor, termasuk industri energi, transportasi, dan konsumen akhir. Produsen minyak dapat mengalami tekanan margin, sementara negara‑negara importir mendapatkan keuntungan dari biaya energi yang lebih rendah.
Pengamat memperkirakan bahwa situasi geopolitik di wilayah Teluk akan menjadi penentu utama pergerakan harga minyak dalam waktu dekat. Jika ketegangan kembali meningkat, pasar dapat mengalami volatilitas yang signifikan.




