Paul Scholes Ungkap Pemain Arsenal yang Menjadi Masalah Besar Saat Tak Dimainkan di Posisi Aslinya
Paul Scholes Ungkap Pemain Arsenal yang Menjadi Masalah Besar Saat Tak Dimainkan di Posisi Aslinya

Paul Scholes Ungkap Pemain Arsenal yang Menjadi Masalah Besar Saat Tak Dimainkan di Posisi Aslinya

Frankenstein45.Com – 26 Mei 2026 | Dalam sebuah wawancara eksklusif yang berlangsung di studio BBC Sport, mantan gelandang Manchester United sekaligus legenda Premier League, Paul Scholes, mengemukakan pandangannya tentang krisis yang melanda Arsenal musim ini. Menurut Scholes, salah satu pemain Arsenal menjadi masalah besar karena tidak dimainkan di posisi aslinya, yang berdampak signifikan pada performa tim.

Latar Belakang Kritik Scholes

Arsenal tengah berada di zona tengah klasemen Liga Inggris, namun kualitas permainan mereka menunjukkan ketidakkonsistenan. Skor imbang melawan tim-tim papan atas serta kekalahan tipis melawan rival tradisional menimbulkan pertanyaan mengenai strategi pelatih Mikel Arteta. Scholes menyoroti bahwa kebijakan rotasi pemain dan penempatan di posisi yang tidak sesuai keahlian menjadi faktor utama penurunan performa.

Pemain yang Dimaksud

Menurut Scholes, pemain yang menjadi sorotan utama adalah Gabriel Martinelli. Meskipun Martinelli dikenal sebagai winger cepat dan kreatif, Arteta beberapa kali menempatkannya di posisi striker atau bahkan sebagai pemain tengah serang dalam beberapa laga penting. Perubahan taktis tersebut, kata Scholes, “membuat Martinelli kehilangan ritme alami dan menurunkan kontribusinya dalam serangan”.

Scholes menambahkan bahwa ketika Martinelli dimainkan di posisi aslinya—sebagai winger kiri—potensi serangan Arsenal dapat dimaksimalkan. Ia menekankan pentingnya memanfaatkan kecepatan, dribbling, dan kemampuan finishing Martinelli di sisi lapangan, bukan memaksanya beradaptasi sebagai target man di area penalti.

Dampak Penempatan yang Salah

  • Kehilangan Kecepatan Transisi: Martinelli yang biasanya memulai serangan cepat dari sisi kiri kehilangan ruang ketika dipaksa bermain di tengah.
  • Penurunan Produktivitas Gol: Statistik menunjukkan penurunan tajam dalam gol yang dihasilkan oleh Martinelli sejak ia mulai dimainkan di posisi lain.
  • Kebingungan Tak Taktis: Rekan setim yang biasanya berkolaborasi dengan Martinelli di sisi kiri mengalami kesulitan beradaptasi dengan perubahan peran tersebut.

Scholes mencontohkan pertandingan Arsenal melawan Liverpool di mana Martinelli ditempatkan sebagai striker tunggal. Arsenal hanya mampu mencetak satu gol, sementara Liverpool menguasai penguasaan bola secara konsisten. Menurut Scholes, “Jika Martinelli diletakkan kembali ke sayap kiri, ia dapat membuka ruang bagi pemain lain seperti Bukayo Saka atau Emile Smith Rowe untuk berinteraksi secara lebih efektif”.

Rekomendasi Scholes untuk Arteta

Scholes memberikan beberapa saran konkret kepada Mikel Arteta:

  1. Kembalikan Gabriel Martinelli ke posisi winger kiri secara konsisten.
  2. Manfaatkan kecepatan dan kemampuan satu‑law‑on‑one Martinelli untuk menyerang sayap lawan.
  3. Gunakan kombinasi dengan Saka dan Smith Rowe untuk menciptakan variasi serangan yang lebih berbahaya.
  4. Jaga keseimbangan antara rotasi pemain dan kestabilan taktik, sehingga pemain tidak kehilangan identitas peran mereka.

Ia menegaskan bahwa fleksibilitas taktis tetap penting, namun tidak boleh mengorbankan kekuatan utama pemain. “Kita harus menyesuaikan taktik dengan kualitas individu, bukan sebaliknya,” tegas Scholes.

Respons Arsenal dan Perspektif Kedepan

Setelah wawancara tersebut, pernyataan Scholes menarik perhatian para penggemar Gunners. Beberapa analis sepak bola setempat menyambut baik kritik tersebut, menganggapnya sebagai panggilan realistis untuk memperbaiki formasi tim. Di sisi lain, mantan pemain Arsenal, Thierry Henry, menambahkan bahwa “konsistensi dalam penempatan pemain kunci adalah fondasi kesuksesan jangka panjang”.

Jika Arteta mampu menyesuaikan taktiknya dan memberikan kepercayaan kepada Martinelli di posisi aslinya, Arsenal berpotensi meningkatkan output gol dan kembali bersaing dalam perebutan tempat di papan atas. Kritik konstruktif dari Paul Scholes dapat menjadi katalisator perubahan positif, asalkan diikuti dengan tindakan konkret di lapangan.

Dengan tekanan kompetisi yang semakin ketat, keputusan taktis yang tepat menjadi penentu akhir musim Arsenal. Kembali menempatkan Gabriel Martinelli di posisi yang sesuai dapat menjadi langkah awal yang signifikan untuk memulihkan performa tim dan mengembalikan harapan para pendukung Gunners.