Paus Leo XIV Tegaskan Tuhan Tak Pernah Membenarkan Perang dalam Misa Minggu Palma
Paus Leo XIV Tegaskan Tuhan Tak Pernah Membenarkan Perang dalam Misa Minggu Palma

Paus Leo XIV Tegaskan Tuhan Tak Pernah Membenarkan Perang dalam Misa Minggu Palma

Frankenstein45.Com – 30 Maret 2026 | Vatican, 29 Maret 2026 – Pada Minggu Palma yang diperingati di Lapangan Santo Petrus, Paus Leo XIV menyampaikan pesan tegas kepada puluhan ribu umat yang hadir bahwa nama Tuhan tidak boleh dijadikan alat legitimasi dalam konflik bersenjata. Dalam homili yang berlangsung selama Misa, Paus menegaskan bahwa Yesus Kristus adalah “Raja Damai” yang menolak segala bentuk kekerasan.

Konten Homili yang Menggugah

Paus Leo XIV menuturkan bahwa Tuhan tidak pernah mendengarkan doa dari pihak yang melancarkan perang, melainkan berpihak pada mereka yang tertindas. Ia menyatakan, “Ini adalah Tuhan kita: Yesus, Raja Damai, yang menolak perang, yang tidak dapat digunakan siapa pun untuk membenarkan perang.” Pernyataan ini diulang beberapa kali untuk menekankan pentingnya pemisahan antara iman dan agenda politik militer.

Dalam konteks konflik global yang sedang memanas, Paus menyinggung secara spesifik perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang kini memasuki bulan kedua, serta invasi Rusia ke Ukraina yang masih berlangsung. Menurut Paus, sejumlah pemimpin dunia telah memanfaatkan narasi agama untuk membenarkan tindakan militer mereka, sebuah praktik yang ia sebut sebagai penyimpangan nilai sejati Kristiani.

Doa untuk Umat Kristen di Timur Tengah

Selain menolak pembenaran perang, Paus Leo XIV juga mengangkat penderitaan umat Kristen di Timur Tengah. Ia menyampaikan doa khusus bagi mereka yang tidak dapat melaksanakan ibadah secara penuh di masa pekan suci akibat konflik yang terus berkecamuk. “Kita tidak boleh melupakan mereka yang hidup dalam bayang‑bayang peperangan, yang rumahnya hancur, dan yang iman mereka terancam,” kata Paus.

Insiden di Yerusalem Menjadi Peringatan

Sebelum Misa dimulai, otoritas gereja Latin melaporkan bahwa polisi di Yerusalem mencegah pemimpin gereja Katolik memasuki Gereja Makam Kudus untuk perayaan Minggu Palma. Insiden itu disebut sebagai kejadian pertama dalam berabad‑abad, menambah kesan urgensi pesan damai yang dibawakan Paus.

Panggilan untuk Rekonsiliasi Global

Paus Leo XIV menutup homilinya dengan seruan kepada komunitas internasional untuk membuka jalan menuju rekonsiliasi dan perdamaian. Ia menekankan pentingnya tindakan konkret, bukan sekadar retorika, dalam mengurangi penderitaan korban perang di seluruh dunia. “Kita harus berani menolak segala bentuk ideologi yang menyamarkan kekerasan dengan nama suci,” pungkas Paus.

Pesan Paus ini juga diharapkan dapat memengaruhi kebijakan para pemimpin dunia, mengingat pengaruh moral Gereja Katolik yang luas. Dengan menegaskan bahwa Tuhan tidak pernah membenarkan perang, Paus Leo XIV mengajak semua pihak, baik pemerintahan, militer, maupun masyarakat sipil, untuk menempatkan nilai-nilai perdamaian di atas kepentingan politik atau ekonomi.

Dalam semangat Minggu Palma yang melambangkan masuknya Yesus secara triumfal ke Yerusalem, Paus Leo XIV mengajak umat untuk meneladani sikap damai Kristus, menjauhkan diri dari segala bentuk kekerasan, dan berkontribusi pada upaya perdamaian dunia.