Frankenstein45.Com – 27 April 2026 | Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terus memperkuat persiapan untuk Muktamar NU ke-35 yang direncanakan berlangsung pada Agustus 2026. Proses persiapan melibatkan serangkaian tahapan strategis, mulai dari pembentukan panitia inti hingga verifikasi administrasi peserta.
Berbagai langkah konkret telah diambil, antara lain:
- Pembentukan Panitia Persiapan Muktamar (PPM) yang terdiri atas perwakilan daerah, lembaga pendidikan, serta tokoh agama terkemuka.
- Penetapan jadwal kerja tahunan yang mencakup rapat koordinasi, sosialisasi kebijakan, dan evaluasi progres.
- Verifikasi data peserta, meliputi validasi identitas, keanggotaan, serta kelengkapan dokumen administratif.
- Penyusunan pedoman teknis pelaksanaan, termasuk protokol kesehatan, keamanan, serta tata tertib sidang.
Ketua PBNU, KH. Yusuf Zainal, menegaskan bahwa persiapan ini harus “matang dan terukur” agar Muktamar dapat berjalan lancar tanpa hambatan. Ia menambahkan bahwa fokus utama adalah menjamin partisipasi luas dari seluruh elemen Nahdlatul Ulama, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
Selain aspek administratif, PBNU juga menyiapkan agenda tematik yang mencerminkan prioritas strategis organisasi, seperti revitalisasi pendidikan pesantren, penguatan ekonomi umat, dan peran aktif dalam menjaga kerukunan beragama. Setiap topik akan dibahas dalam forum diskusi terstruktur, dengan melibatkan para ahli dan praktisi.
Persiapan logistik juga tidak kalah penting. Tim khusus bertanggung jawab mengatur akomodasi, transportasi, serta fasilitas konferensi yang sesuai standar internasional. Upaya ini diharapkan dapat memberikan pengalaman yang nyaman dan produktif bagi seluruh peserta.
Dengan target pelaksanaan pada Agustus 2026, PBNU menargetkan bahwa semua tahapan persiapan akan selesai paling lambat akhir 2025, memberikan ruang waktu yang cukup untuk penyesuaian terakhir. Keberhasilan Muktamar NU ke-35 diharapkan menjadi momentum penting bagi kemajuan Nahdlatul Ulama dalam menghadapi tantangan era digital dan globalisasi.




