PDIP: Siapa yang Bikin Hoaks soal Jateng Jadi 'Kandang Gajah'?
PDIP: Siapa yang Bikin Hoaks soal Jateng Jadi 'Kandang Gajah'?

PDIP: Siapa yang Bikin Hoaks soal Jateng Jadi ‘Kandang Gajah’?

Frankenstein45.Com – 07 Juli 2026 | Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) merespons pernyataan elite Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang menargetkan Jawa Tengah sebagai ‘Kandang Gajah’. Ketua DPP PDIP, Said Abdullah, menyindir pernyataan tersebut dengan bertanya, “Siapa yang bikin hoaks?”

Rencana PSI untuk menjadikan Jawa Tengah sebagai ‘Kandang Gajah’ disampaikan bersamaan dengan rencana safari politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) ke Jawa Tengah. Ketua DPW PSI Jawa Tengah, Antonius Yogo Prabowo, mengatakan bahwa kunjungan Jokowi akan menjadi kejutan sekaligus upaya memastikan Jawa Tengah menjadi basis dukungan PSI.

Baca juga:

PDIP: Jawa Tengah Bukan Ancaman

Juru Bicara PDIP, Guntur Romli, mengatakan bahwa rencana kunjungan Jokowi ke Jawa Tengah bukanlah ancaman politik bagi PDIP. Menurutnya, pernyataan PSI tentang upaya merebut basis suara PDIP lebih mencerminkan sikap percaya diri yang berlebihan.

Guntur menambahkan bahwa PSI bukanlah partai politik besar dan tidak memiliki kekuatan politik yang cukup signifikan untuk memberikan ancaman terhadap basis elektoral PDIP. Ia juga mengingatkan bahwa PSI gagal memperoleh kursi di DPR RI pada Pemilu 2024.

PDIP: Dukungan Jokowi Tidak Cukup

Guntur Romli juga menyinggung dukungan yang pernah diberikan Jokowi kepada PSI saat masih menjabat sebagai Presiden RI. Menurutnya, berbagai upaya promosi yang menampilkan figur Jokowi tidak mampu membawa partai tersebut lolos ke parlemen.

Baca juga:

Ia menilai bahwa dukungan Jokowi ketika masih menjadi kepala negara saja belum cukup untuk mengantarkan PSI meraih kursi di Senayan, sehingga setelah tidak lagi menjabat sebagai presiden, pengaruh politik tersebut dinilai tidak akan jauh berbeda.

PDIP menegaskan bahwa rencana kunjungan Jokowi ke Jawa Tengah bukanlah sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Partai tersebut yakin bahwa basis suara mereka di Jawa Tengah tetap solid dan tidak akan terpengaruh oleh upaya PSI.