Frankenstein45.Com – 23 Juni 2026 | Seorang pelajar berusia 17 tahun meninggal dunia setelah tubuhnya tersangkut pada kabel listrik udara yang menjuntai di sebuah jalan di Jakarta Selatan. Insiden terjadi pada sore hari ketika korban melintasi jalur lalu lintas, kemudian tergelincir dan terjatuh ke arah kabel yang tidak terjaga ketinggiannya. Menurut saksi mata, kabel tersebut tampak menggantung rendah, menimbulkan risiko tersangkut bagi pejalan kaki.
Komisi Daerah (DPRD) DKI Jakarta menanggapi tragedi ini dengan mengajukan tuntutan agar Pemerintah Provinsi melakukan penataan kembali jaringan utilitas publik, khususnya kabel listrik udara, yang dinilai belum memenuhi standar keselamatan. Anggota DPRD menekankan pentingnya koordinasi antara pemilik jaringan (PT PLN) dan pihak berwenang untuk meminimalisir bahaya serupa di masa depan.
Berikut beberapa poin yang disorot dalam rapat komisi:
- Peninjauan menyeluruh terhadap seluruh jaringan kabel udara di wilayah perkotaan, terutama di area dengan lalu lintas pejalan kaki tinggi.
- Peningkatan jarak aman antara kabel dan permukaan jalan sesuai rekomendasi teknis Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.
- Penegakan sanksi administratif bagi perusahaan yang tidak memelihara jaringan utilitas sesuai standar.
- Penerapan program inspeksi rutin dan publikasi hasil inspeksi kepada masyarakat.
- Pengembangan alternatif penempatan kabel, seperti underground (bawah tanah), untuk mengurangi risiko kecelakaan.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan akan menindaklanjuti rekomendasi DPRD dan berkoordinasi dengan PLN serta Dinas Penataan Ruang untuk mempercepat proses perbaikan. Selain itu, dinas terkait juga berencana mengadakan sosialisasi keselamatan utilitas kepada publik melalui media lokal dan kampanye digital.
Kasus ini menambah daftar kecelakaan serupa yang menyoroti perlunya penataan utilitas publik yang lebih baik, mengingat pertumbuhan penduduk dan intensitas penggunaan ruang publik di ibu kota. Kejadian ini diharapkan menjadi momentum bagi pemerintah daerah dan penyedia layanan untuk memperkuat regulasi dan praktik keamanan guna melindungi warga, khususnya pelajar dan pejalan kaki.




