Frankenstein45.Com – 16 April 2026 | Upacara pelantikan Perwira Dokter Militer (Perdokmil) Jawa Timur dilaksanakan di atas kapal perang KRI dr. Soeharso, menandai komitmen kuat militer dalam memperkuat ketahanan kesehatan nasional, terutama di wilayah 3T (terdepan, terluar, dan terdepan).
Acara yang dihadiri oleh pejabat TNI, perwakilan Kementerian Kesehatan, serta tokoh sipil setempat, menekankan pentingnya sinergi antara institusi militer dan sektor sipil untuk menyediakan layanan kesehatan yang merata dan responsif. Selama upacara, para dokter militer yang baru dilantik menyatakan kesiapan mereka untuk mendukung operasi medis di daerah terpencil, melakukan evakuasi medis, serta berperan dalam penanggulangan bencana.
Dalam sambutannya, Komandan KRI dr. Soeharso menegaskan bahwa kapal tersebut tidak hanya berfungsi sebagai platform pertahanan laut, melainkan juga sebagai sarana mobilisasi medis yang dapat menjangkau wilayah 3T dengan cepat. Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara TNI Angkatan Laut, Angkatan Darat, dan Angkatan Udara sangat krusial dalam memastikan ketersediaan fasilitas kesehatan yang memadai di daerah yang sulit dijangkau.
Selain itu, perwakilan Kementerian Kesehatan menyoroti peran penting dokter militer dalam program vaksinasi, penanggulangan penyakit menular, serta penyuluhan kesehatan di komunitas terpencil. Ia mencatat bahwa kehadiran dokter militer dapat menutup kesenjangan layanan kesehatan yang selama ini menjadi tantangan utama bagi pemerintah.
Upacara pelantikan ini juga menjadi ajang penyerahan peralatan medis modern kepada KRI dr. Soeharso, termasuk unit perawatan intensif bergerak, laboratorium diagnostik, dan perlengkapan telemedicine. Dengan fasilitas tersebut, kapal dapat beroperasi sebagai rumah sakit keliling yang siap memberikan layanan darurat maupun preventif.
Para Perdokmil Jatim yang baru dilantik menyatakan komitmen mereka untuk mengimplementasikan prinsip-prinsip kedisiplinan militer dalam praktek medis, sekaligus mengedepankan etika profesional dalam pelayanan kepada masyarakat. Mereka juga menekankan pentingnya pelatihan berkelanjutan dan kerja sama lintas sektor untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di wilayah 3T.




