Frankenstein45.Com – 20 April 2026 | Pelatih Timnas Indonesia U-17, Kurniawan Dwi Yulianto, mengakui bahwa kegagalan timnya pada Piala AFF U-17 2026 menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi menjelang Piala Asia U-17 yang akan datang. Menurutnya, hasil yang tidak memuaskan bukan hanya mencerminkan performa di lapangan, tetapi juga mengungkap beberapa kelemahan struktural dalam program pembinaan pemain muda.
Kurniawan menilai tiga faktor utama yang menyebabkan tim Indonesia tersingkir di fase grup:
- Strategi taktis yang kurang adaptif terhadap variasi gaya bermain lawan.
- Kesiapan fisik pemain yang belum optimal pada puncak kompetisi.
- Pengalaman internasional yang masih minim, terutama bagi pemain yang baru terjun ke level usia U-17.
Untuk menutup kesenjangan tersebut, pelatih mengusulkan beberapa langkah konkret yang akan diterapkan dalam program persiapan Piala Asia:
- Revitalisasi skema taktik dengan menambahkan elemen permainan menekan tinggi dan transisi cepat.
- Peningkatan program kebugaran yang melibatkan pelatih kebugaran internasional selama tiga bulan ke depan.
- Peningkatan frekuensi pertandingan persahabatan melawan tim-tim Asia Selatan dan Timur untuk menambah eksposur kompetitif.
Selain itu, Kurniawan menekankan pentingnya kolaborasi antara PSSI, akademi klub, dan sekolah sepak bola dalam menyiapkan talenta yang berkelanjutan. Ia menyarankan pembuatan basis data pemain berbasis performa yang dapat diakses oleh semua pihak terkait.
Berikut rangkuman rencana kerja tim U-17 menjelang Piala Asia:
| Area | Inisiatif | Target Waktu |
|---|---|---|
| Taktik | Implementasi formasi 4-3-3 fleksibel | Juli 2026 |
| Kebugaran | Program latihan kebugaran intensif | Agustus 2026 |
| Pengalaman | Jadwal 5 laga persahabatan internasional | September 2026 |
| Data | Pembangunan sistem scouting digital | Oktober 2026 |
Kurniawan menutup dengan optimisme bahwa melalui evaluasi menyeluruh dan pelaksanaan program yang terstruktur, Timnas Indonesia U-17 dapat kembali bersaing di level Asia dan mengukir prestasi yang lebih baik pada turnamen berikutnya.




