Frankenstein45.Com – 11 Mei 2026 | Asisten pelatih tim panjat tebing speed Indonesia, Fitriyani, mengungkapkan bahwa beban kerja tim meningkat setelah mengikuti seri World Cup di Wujiang, China, pada akhir pekan lalu. Tim mencatat hasil yang berada di bawah ekspektasi, sehingga perlu melakukan evaluasi menyeluruh.
Seri Wujiang berlangsung dari 5 hingga 7 Mei 2026. Empat atlet Indonesia—Adi Pratama, Siti Nurhaliza, Bayu Aulia, dan Rani Sari—bersaing pada kategori speed. Hasil akhir menunjukkan bahwa tidak ada satupun atlet yang berhasil melaju ke babak final; posisi teratas mereka berada di peringkat 12 hingga 18 dengan waktu rata‑rata 7,02 detik, jauh di atas target nasional sebesar 6,50 detik.
Fitriyani menilai beberapa faktor utama yang menyebabkan penurunan performa:
- Reaksi start yang masih lambat dibandingkan lawan internasional.
- Kurangnya adaptasi terhadap konfigurasi lintasan Wujiang yang memiliki sudut belok lebih tajam.
- Tekanan mental saat kompetisi bergengsi.
Untuk menutup “pekerjaan rumah” tersebut, pelatih menguraikan rencana latihan intensif selama tiga bulan ke depan:
- Latihan start dengan sensor waktu mikrodetik untuk meningkatkan reaksi hingga di bawah 0,25 detik.
- Sesi simulasi lintasan menggunakan replika Wujiang yang dibangun di fasilitas PBK Bandung.
- Peningkatan kekuatan otot eksplosif melalui latihan plyometric dan beban khusus.
- Analisis video berkelanjutan dengan bantuan perangkat lunak pelacakan gerak.
- Workshop psikologi olahraga untuk memperkuat kesiapan mental.
Berikut ringkasan perbandingan hasil Wujiang dengan target yang diharapkan:
| Atlet | Posisi Wujiang | Waktu (detik) | Target Nasional | Status |
|---|---|---|---|---|
| Adi Pratama | 12 | 6,95 | ≤6,50 | Belum tercapai |
| Siti Nurhaliza | 15 | 7,10 | ≤6,50 | Belum tercapai |
| Bayu Aulia | 14 | 7,02 | ≤6,50 | Belum tercapai |
| Rani Sari | 18 | 7,20 | ≤6,50 | Belum tercapai |
Tim berencana menguji kembali performa pada seri selanjutnya di Seoul pada bulan Agustus serta mempersiapkan diri untuk Asian Games 2026 dan SEA Games 2025. Dengan pendekatan yang lebih terstruktur, pelatih yakin tim speed Indonesia dapat bersaing lebih kuat di panggung internasional.




