Pemakaman Ali Khamenei: Iran Berduka dan Menyerukan Balas Dendam
Pemakaman Ali Khamenei: Iran Berduka dan Menyerukan Balas Dendam

Pemakaman Ali Khamenei: Iran Berduka dan Menyerukan Balas Dendam

Frankenstein45.Com – 07 Juli 2026 | Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, telah berlangsung selama beberapa hari dengan prosesi yang megah dan penuh dengan ekspresi duka dan kemarahan. Pemerintah Indonesia juga mengirimkan delegasi untuk menghadiri pemakaman ini, yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Sugiono dan Ketua MPR Ahmad Muzani.

Rangkaian prosesi pemakaman ini tidak hanya menjadi momen berkabung, tetapi juga menjadi panggung ekspresi politik yang kuat. Massa yang hadir meneriakkan seruan balas dendam terhadap Amerika Serikat dan Israel, yang dianggap bertanggung jawab atas kematian Ali Khamenei.

Baca juga:

Ketidakhadiran Mojtaba Khamenei

Salah satu hal yang menarik perhatian adalah ketidakhadiran Mojtaba Khamenei, putra Ali Khamenei yang disebut-sebut sebagai penerus ayahnya. Mojtaba Khamenei tidak terlihat dalam prosesi pemakaman, yang diyakini berkaitan dengan alasan keamanan menyusul ancaman pembunuhan dari Israel.

Tiga putra Ali Khamenei lainnya, yaitu Mostafa, Meysam, dan Masoud, hadir dalam prosesi pemakaman dan memanjatkan doa di belakang peti jenazah. Mereka bergabung dengan ribuan pelayat yang datang untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Ali Khamenei.

Prosesi Pemakaman

Prosesi pemakaman Ali Khamenei melibatkan beberapa tahap, termasuk penyemayaman jenazah di Grand Mosalla, Teheran, dan kemudian diangkut ke beberapa lokasi lainnya, termasuk Qom, Najaf, Karbala, dan akhirnya Mashhad.

Baca juga:

Truk megah yang disiapkan khusus untuk membawa jenazah Ali Khamenei dan keluarganya menjadi pusat perhatian, dikelilingi lautan pelayat yang memadati sepanjang rute perjalanan. Prosesi ini menjadi puncak penghormatan terakhir kepada Ali Khamenei yang tewas bersama empat anggota keluarganya dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel.

Delegasi dari lebih dari 100 negara hadir dalam prosesi pemakaman, termasuk perwakilan dari Arab Saudi dan negara-negara lain. Kehadiran mereka menjadi salah satu cara Iran menunjukkan bahwa negara tersebut tidak sepenuhnya terisolasi, meski terus berada di bawah tekanan AS dan Israel.