Frankenstein45.Com – 23 April 2026 | Jawa Pos melaporkan bahwa pemerintah Indonesia berencana melakukan peleburan tanah (groundbreaking) untuk lima proyek Pembangkit Sampah (PSEL) pada bulan Juni 2026. Kelima proyek tersebut masing‑masing dirancang untuk mengolah sekitar 7.000 ton sampah per hari menjadi listrik, sehingga menambah kapasitas energi terbarukan nasional secara signifikan.
Rencana Jangka Panjang
Target jangka menengah pemerintah adalah membangun total 30 unit PSEL di 61 kabupaten/kota yang tersebar di seluruh Indonesia hingga tahun 2029. Bila seluruh lokasi beroperasi, total kapasitas pengolahan sampah menjadi energi akan mencapai 33.000 ton per hari.
Manfaat Utama
- Penyediaan listrik bersih – Energi yang dihasilkan akan dialirkan ke jaringan listrik nasional, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
- Pengurangan volume sampah – Mengolah ribuan ton limbah tiap hari dapat menurunkan beban TPA dan mengurangi pencemaran lingkungan.
- Penciptaan lapangan kerja – Proyek konstruksi dan operasional diperkirakan menyerap ribuan tenaga kerja lokal.
Strategi Implementasi
Setiap PSEL akan dibangun di kawasan industri atau wilayah yang memiliki akses logistik kuat untuk pengumpulan sampah. Pemerintah menyiapkan regulasi khusus serta insentif fiskal untuk menarik investor swasta dan BUMN.
Selain itu, program edukasi masyarakat tentang pemilahan sampah di sumber akan dipercepat untuk memastikan pasokan bahan baku yang konsisten dan berkualitas.
Jika rencana ini berjalan sesuai jadwal, Indonesia dapat menambah pasokan listrik sebesar beberapa gigawatt tiap tahunnya, sekaligus menurunkan emisi gas rumah kaca secara signifikan.




