Frankenstein45.Com – 17 April 2026 | Pemerintah Republik Indonesia menegaskan komitmennya untuk menjaga agar harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak mengalami kenaikan hingga akhir tahun 2026. Kebijakan ini diumumkan dalam rapat koordinasi tinggi yang membahas ketahanan energi nasional.
Beberapa poin penting yang disampaikan dalam pernyataan resmi meliputi:
- Stok strategis BBM dan minyak mentah akan dikelola secara optimal untuk mengantisipasi gangguan pasokan.
- Peningkatan kapasitas penyimpanan di terminal- terminal utama akan dipercepat.
- Kerjasama dengan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPHM) untuk memastikan distribusi yang merata.
Berikut ini rangkuman target kebijakan energi hingga 2026 dalam bentuk tabel:
| Target | Target Tahun |
|---|---|
| Stabilitas harga BBM subsidi | 2026 |
| Kapasitas penyimpanan strategis meningkat 20% | 2025 |
| Cadangan minyak mentah nasional mencukupi 90 hari konsumsi | 2024 |
Selain itu, pemerintah berjanji akan terus memantau pasar global serta melakukan penyesuaian kebijakan bila diperlukan, namun tetap berpegang pada prinsip tidak menaikkan tarif BBM subsidi selama periode tersebut.
Langkah ini diharapkan dapat menstabilkan inflasi, mendukung pertumbuhan sektor transportasi, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap kebijakan energi nasional.




