Pemimpin Hizbullah Tuntut Penarikan Penuh Pasukan Israel dari Lebanon
Pemimpin Hizbullah Tuntut Penarikan Penuh Pasukan Israel dari Lebanon

Pemimpin Hizbullah Tuntut Penarikan Penuh Pasukan Israel dari Lebanon

Frankenstein45.Com – 24 Juni 2026 | Sekretaris Jenderal Hizbullah, Naim Qassem, menegaskan pada Selasa, 23 Juni 2024, bahwa Israel tidak memiliki pilihan lain selain menarik seluruh pasukannya dari wilayah Lebanon. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah konferensi pers di Beirut, menyusul peningkatan ketegangan militer antara kedua pihak sejak akhir April.

Qassem menambahkan bahwa kehadiran militer Israel di wilayah Lebanon melanggar resolusi PBB dan mengancam kedaulatan serta keamanan negara tetangga. Ia menuntut agar Israel segera menghentikan operasi militer, menghentikan blokade, serta mengembalikan semua wilayah yang diduduki ke otoritas Lebanon.

Berikut poin utama yang disampaikan Naim Qassem:

  • Penarikan total pasukan Israel dari seluruh wilayah Lebanon.
  • Penghentian semua operasi militer dan serangan udara di wilayah Lebanon.
  • Pembebasan semua tahanan Lebanon yang ditahan oleh Israel.
  • Penghormatan terhadap kedaulatan Lebanon sesuai dengan resolusi Dewan Keamanan PBB.

Ketegangan antara Hizbullah dan Israel telah memuncak sejak serangan roket lintas perbatasan pada awal Mei, yang menewaskan beberapa warga sipil di kedua sisi. Israel menuduh Hizbullah menyimpan persediaan roket di daerah-daerah seluas selatan Lebanon, sementara Hizbullah menuduh Israel melakukan penyerangan tidak sah di wilayah Lebanon.

Pihak militer Lebanon mengonfirmasi bahwa sejumlah titik strategis di selatan negara masih berada di bawah pengawasan pasukan Israel. Sementara itu, pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Israel menolak semua tuduhan Hizbullah, menyatakan bahwa kehadiran mereka bersifat defensif dan bertujuan melindungi warga sipil Israel dari ancaman roket.

Komunitas internasional, termasuk PBB, telah menyerukan dialog damai untuk menghindari eskalasi lebih lanjut. Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, menekankan pentingnya menghormati kedaulatan Lebanon dan menyerukan semua pihak untuk menahan diri.

Jika tuntutan Hizbullah tidak dipenuhi, Qassem memperingatkan bahwa konflik dapat berkembang menjadi konfrontasi berskala lebih luas, berpotensi melibatkan lebih banyak aktor regional.