Frankenstein45.Com – 07 April 2026 | Pemerintah Kota Ambon kembali mengimplementasikan skema kerja fleksibel untuk meningkatkan efisiensi layanan publik serta menyesuaikan dengan kondisi operasional yang dinamis. Skema yang diterapkan meliputi tiga hari kerja dari rumah (Work From Home/WFH) dan dua hari kerja di kantor (Work From Office/WFO) setiap minggu.
Tujuan utama kebijakan ini adalah mengurangi kepadatan di kantor, menurunkan risiko penyebaran penyakit menular, serta memberikan ruang bagi pegawai untuk mengatur waktu kerja secara lebih produktif. Selain itu, pemkot berharap dapat menekan biaya operasional harian seperti listrik, air, dan konsumsi listrik.
| Hari | Model Kerja |
|---|---|
| Senin | WFH |
| Selasa | WFH |
| Rabu | WFH |
| Kamis | WFO |
| Jumat | WFO |
Selama tiga hari WFH, pegawai diminta untuk tetap menjaga produktivitas dengan memanfaatkan perangkat digital yang telah disediakan oleh pemerintah kota. Setiap pegawai harus melaporkan hasil kerja harian melalui sistem internal yang terintegrasi. Pada hari WFO, semua pegawai diharapkan hadir di kantor utama atau unit kerja masing-masing, dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, termasuk penggunaan masker, pemeriksaan suhu, dan menjaga jarak.
Kebijakan ini berlaku untuk semua instansi di lingkungan Pemkot Ambon, kecuali untuk unit yang membutuhkan kehadiran fisik secara terus‑menerus, seperti layanan darurat, kebersihan, dan keamanan. Bodewin Watimena, Walikota Ambon, menegaskan bahwa skema ini bersifat fleksibel dan dapat disesuaikan kembali bila diperlukan, tergantung pada evaluasi kinerja dan situasi kesehatan masyarakat.
Dengan implementasi 3 WFH + 2 WFO, diharapkan pelayanan publik tetap optimal, sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan adaptif di era pasca‑pandemi.




