Pemkot Madiun Fasilitasi UMKM Naik Kelas Lewat Lomba Kreasi Jajan Khas
Pemkot Madiun Fasilitasi UMKM Naik Kelas Lewat Lomba Kreasi Jajan Khas

Pemkot Madiun Fasilitasi UMKM Naik Kelas Lewat Lomba Kreasi Jajan Khas

Frankenstein45.Com – 24 Juni 2026 | Pemerintah Kota Madiun kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sektor kuliner dengan mengadakan kompetisi kreasi jajan khas daerah. Kompetisi ini dirancang sebagai sarana pembinaan, peningkatan kemampuan produksi, serta pemasaran produk lokal agar dapat bersaing di pasar yang lebih luas.

Acara lomba yang berlangsung selama tiga hari pada akhir pekan terakhir bulan Agustus melibatkan lebih dari seratus pelaku UMKM dari seluruh wilayah Kabupaten dan Kota Madiun. Setiap peserta diminta untuk memperkenalkan inovasi rasa, teknik pengolahan, serta kemasan yang menarik, sekaligus menyesuaikan standar kebersihan dan keamanan pangan.

Berikut tahapan utama kompetisi:

  1. Pendaftaran online melalui portal resmi Pemkot Madiun.
  2. Seleksi administrasi dan verifikasi kelayakan produk.
  3. Workshop peningkatan kualitas produk yang dipandu oleh pakar kuliner dan ahli pemasaran.
  4. Penilaian akhir oleh juri yang terdiri dari perwakilan Dinas Perindustrian, chef ternama, dan akademisi.

Penilaian didasarkan pada empat kriteria utama: cita rasa, inovasi, nilai estetika kemasan, dan potensi pasar. Hasil penilaian dirangkum dalam tabel berikut:

Juara Hadiah Tunai Fasilitas Pendampingan
Juara 1 Rp 25.000.000 Mentoring bisnis selama 6 bulan, bantuan branding, dan akses pasar nasional
Juara 2 Rp 15.000.000 Mentoring bisnis 4 bulan, paket promosi digital
Juara 3 Rp 10.000.000 Mentoring bisnis 2 bulan, pelatihan pemasaran online

Selain hadiah uang tunai, semua pemenang mendapatkan sertifikat resmi serta peluang untuk menampilkan produk mereka di pameran kuliner tingkat provinsi. Pemerintah Kota juga berjanji akan memperluas jaringan distribusi melalui kerja sama dengan supermarket, platform e‑commerce, dan agen wisata kuliner.

Para peserta menyatakan apresiasi tinggi atas dukungan infrastruktur, pelatihan, dan kesempatan pasar yang diberikan. “Sebelumnya kami hanya menjual di pasar tradisional, namun lewat lomba ini kami mendapat pelatihan pengemasan yang modern dan kontak pembeli baru,” ujar salah satu peserta, Rina, pemilik usaha kue tradisional.

Dengan inisiatif semacam ini, diharapkan UMKM kuliner Madiun tidak hanya meningkatkan pendapatan, tetapi juga melestarikan warisan kuliner daerah melalui kreasi yang inovatif. Pemerintah Kota Madiun menegaskan bahwa program serupa akan terus diadakan secara periodik untuk menstimulasi pertumbuhan ekonomi lokal.