Frankenstein45.Com – 15 Juni 2026 | Pada Sabtu, 13 Juni 2026, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melaksanakan aksi pemadaman lampu selama satu jam, dimulai pukul 20.30 hingga 21.30 WIB. Langkah ini merupakan bagian dari program “Jakarta Light Out” yang bertujuan mengurangi konsumsi energi listrik dan menurunkan emisi gas rumah kaca.
Aksi pemadaman mencakup lampu jalan, lampu gedung pemerintahan, serta penerangan publik di area tertentu. Selama periode tersebut, total daya yang dimatikan diperkirakan mencapai 1,5 megawatt, setara dengan penghematan energi listrik sekitar 90 megawatt‑jam.
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyatakan bahwa aksi ini bukan sekadar simbolik, melainkan langkah konkret untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya efisiensi energi. Ia menambahkan bahwa program serupa akan dijadwalkan secara berkala, dengan harapan dapat menurunkan jejak karbon kota hingga 20% pada tahun 2030.
Selain pemadaman lampu, Pemerintah Provinsi juga mendorong penggunaan lampu LED hemat energi, instalasi panel surya pada gedung publik, serta kampanye edukasi tentang perilaku hemat listrik di rumah tangga.
Para warga yang menyaksikan aksi tersebut melaporkan suasana yang tenang dan mengajak mereka untuk lebih sadar akan penggunaan listrik. Beberapa area komersial tetap menyediakan penerangan darurat untuk memastikan keamanan publik.
Dengan langkah ini, DKI Jakarta berharap dapat menjadi contoh bagi kota‑kota lain di Indonesia dalam upaya mitigasi perubahan iklim.




