Frankenstein45.Com – 02 Juli 2026 | Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) mengumumkan serangkaian langkah konkret untuk menghentikan penurunan tajam harga telur ayam ras yang mengancam kesejahteraan peternak. Penurunan harga yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir diperkirakan menurunkan pendapatan peternak hingga 30 persen, sehingga mendorong kebutuhan intervensi kebijakan.
Berbagai upaya yang direncanakan meliputi:
- Subsidi produksi: Pemerintah akan memberikan bantuan subsidi benih, pakan, dan vaksin kepada peternak yang terdampak, dengan alokasi dana khusus selama tiga bulan pertama.
- Pengawasan pasar: Tim pengawas pasar akan ditempatkan di pelabuhan dan pasar tradisional utama untuk memantau harga secara real‑time, sehingga dapat mengidentifikasi praktik spekulasi atau penimbunan.
- Skema penjaminan harga minimum: Pemerintah daerah akan menjamin harga jual minimum telur di pasar tradisional, dengan mekanisme pembelian oleh dinas terkait bila harga turun di bawah batas yang ditetapkan.
- Penguatan distribusi: Kerjasama dengan koperasi peternak dan distributor lokal akan diperluas untuk memastikan telur dapat mencapai konsumen akhir tanpa penumpukan di tingkat menengah.
- Pendidikan dan pelatihan: Program pelatihan manajemen usaha ternak akan diberikan secara gratis, menekankan diversifikasi produk (seperti telur organik) dan peningkatan efisiensi produksi.
Selain langkah-langkah di atas, Pemprov Jatim juga berencana mengoptimalkan penggunaan lahan pertanian untuk budidaya pakan alternatif, seperti jagung dan dedak, guna menurunkan biaya produksi. Data awal menunjukkan bahwa biaya pakan menyumbang lebih dari 50% total biaya produksi telur.
Berikut rangkuman rencana aksi dalam bentuk tabel:
| Langkah | Target | Waktu Implementasi |
|---|---|---|
| Subsidi produksi | Peternak skala kecil‑menengah | Q3‑2024 |
| Pengawasan pasar | Peningkatan transparansi harga | Segera |
| Harga minimum | Stabilitas harga di pasar tradisional | Q4‑2024 |
| Distribusi terpadu | Pengurangan rantai distribusi | Q4‑2024 |
| Pelatihan usaha | 1000 peternak | 2024‑2025 |
Gubernur Jawa Timur, melalui jajaran Dinas Pertanian dan Perikanan, menegaskan bahwa kebijakan ini bersifat temporer namun akan dievaluasi secara berkala. Jika berhasil, model intervensi ini dapat dijadikan contoh bagi provinsi lain yang menghadapi masalah serupa.
Dengan kombinasi dukungan finansial, pengawasan pasar, dan peningkatan kapasitas peternak, diharapkan harga telur akan kembali stabil, sekaligus menjaga keberlangsungan usaha peternakan di Jawa Timur.




