Frankenstein45.Com – 29 April 2026 | Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan kembali menegaskan komitmen untuk menstabilkan harga bahan pokok melalui Gerakan Pangan Murah (GPM). Inisiatif ini melibatkan koordinasi lintas Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) serta kerja sama dengan pedagang, produsen, dan lembaga keuangan daerah.
GPM difokuskan pada tiga kelompok utama: penyediaan bahan pokok dengan harga terjangkau, pengawasan ketat terhadap praktik spekulasi, serta peningkatan distribusi barang di wilayah yang paling terdampak inflasi. Pemerintah daerah menyiapkan dana bantuan subsidi untuk petani lokal dan mengoptimalkan jaringan distribusi melalui pasar tradisional maupun modern.
Langkah-langkah operasional yang diterapkan antara lain:
- Monitoring harga harian di pasar-pasar utama dan daerah pedalaman.
- Penetapan batas maksimal harga (price ceiling) untuk beras, gula, minyak goreng, dan sayuran penting.
- Penyuluhan kepada pedagang tentang pentingnya menjaga kestabilan harga demi kepentingan konsumen.
- Pemberian insentif bagi petani yang menyalurkan hasil panen langsung ke pasar daerah.
Selain itu, SKPD terkait membentuk tim respons cepat yang dapat menindaklanjuti keluhan konsumen terkait kenaikan harga. Tim ini berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan, Dinas Pertanian, dan Badan Pengawas Obat serta Makanan (BPOM) untuk memastikan tidak ada praktik penimbunan atau manipulasi pasar.
Hasil awal dari gerakan ini menunjukkan penurunan rata-rata harga beras sebesar 3,5% dibandingkan bulan sebelumnya, serta stabilitas harga gula dan minyak goreng. Pemerintah Provinsi berjanji akan terus memperkuat GPM hingga inflasi berada pada level yang dapat diterima masyarakat.




