Frankenstein45.Com – 11 April 2026 | Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat upaya diversifikasi produk pertanian dengan mengembangkan industri Modified Cassava Flour (Mocaf), bahan baku yang dihasilkan dari ubi kayu. Inisiatif ini ditujukan untuk meningkatkan nilai tambah bagi petani ubi kayu serta membuka pasar ekspor baru.
Gubernur Lampung menekankan bahwa hilirisasi ubi kayu melalui mocaf dapat meningkatkan pendapatan petani hingga 30 % dibandingkan penjualan umbi mentah. Pemerintah provinsi telah menyiapkan sejumlah fasilitas, antara lain pusat pelatihan pengolahan, laboratorium uji mutu, serta insentif fiskal bagi investor.
- Pengolahan ubi kayu menjadi mocaf melibatkan proses pengupasan, pencucian, pengeringan, penggilingan, dan perlakuan kimiawi untuk meningkatkan kualitas tepung.
- Produk mocaf dapat dipakai dalam pembuatan roti, mie, snack, dan bahan baku industri makanan lainnya.
- Target produksi mocaf Lampung pada tahun 2025 adalah 200.000 ton, dengan nilai ekspor diproyeksikan mencapai US$ 15 juta.
Berikut perkiraan tahapan implementasi program hingga 2025:
| Tahun | Kegiatan | Target |
|---|---|---|
| 2023 | Pembentukan tim koordinasi & studi kelayakan | Studi selesai, rekomendasi investasi |
| 2024 | Pembangunan fasilitas pengolahan pilot | Kapabilitas 50.000 ton/taun |
| 2025 | Skala produksi komersial | 200.000 ton mocaf |
Program ini juga melibatkan kerjasama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Perguruan Tinggi Lampung, serta pelaku usaha lokal. Diharapkan dengan dukungan tersebut, lapangan kerja di sektor pengolahan makanan dapat meningkat signifikan, khususnya di wilayah kabupaten Lampung Selatan dan Lampung Tengah.
Pemprov Lampung menegaskan komitmen untuk terus memantau kualitas produk dan memastikan standar internasional terpenuhi, sehingga mocaf Lampung dapat bersaing di pasar global.




