Frankenstein45.Com – 28 April 2026 | Pemerintah Provinsi Papua secara resmi menyerahkan aset berupa lahan dan fasilitas pendukung kepada Rumah Sakit (RS) Marthen Indey yang berlokasi di Jayapura. Penyerahan aset ini menjadi langkah strategis untuk memperluas kapasitas rumah sakit, meningkatkan kualitas layanan, dan menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat di wilayah Papua Utara.
Perluasan RS Marthen Indey direncanakan mencakup penambahan ruang rawat inap, unit gawat darurat (UGD) yang lebih modern, serta laboratorium diagnostik lengkap. Dengan tambahan lahan seluas 2,5 hektar, rumah sakit dapat menambah 50 tempat tidur tambahan, sehingga total kapasitas naik dari 150 menjadi 200 tempat tidur.
Berikut beberapa manfaat yang diharapkan dari perluasan tersebut:
- Peningkatan kapasitas layanan: Lebih banyak pasien dapat dilayani, khususnya pada kasus kritis dan penyakit menular.
- Fasilitas medis modern: Pengadaan peralatan diagnostik terbaru seperti CT‑Scan, MRI, dan laboratorium patologi.
- Peningkatan akses kesehatan: Masyarakat di daerah terpencil dapat mengakses layanan khusus tanpa harus bepergian jauh.
- Peningkatan kualitas tenaga medis: Fasilitas baru memungkinkan pelatihan dan pendidikan lanjutan bagi dokter dan perawat.
Gubernur Papua, Dr. Lukas Enembe, menyatakan, “Penyerahan aset ini adalah wujud komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat sistem kesehatan provinsi. Kami berharap RS Marthen Indey dapat menjadi pusat rujukan utama yang mampu memberikan layanan berkualitas bagi seluruh warga Papua.”
RS Marthen Indey juga menyiapkan program kerja yang meliputi:
- Pengadaan peralatan medis canggih dalam tiga fase selama dua tahun ke depan.
- Perekrutan tambahan tenaga medis khususnya dokter spesialis dan perawat terlatih.
- Peningkatan layanan darurat dengan penambahan ambulans berstandar nasional.
- Pengembangan program edukasi kesehatan masyarakat, terutama tentang pencegahan penyakit menular.
Dengan dukungan aset dari pemerintah provinsi, RS Marthen Indey diproyeksikan akan meningkatkan angka harapan hidup dan menurunkan angka kematian bayi di wilayah tersebut dalam jangka menengah. Pemerintah daerah berjanji akan terus memantau pelaksanaan proyek dan memastikan transparansi penggunaan dana serta aset yang telah diserahkan.




