Pendeta GPdI Sulut: Paskah Ajarkan Manusia Hidup Sederhana
Pendeta GPdI Sulut: Paskah Ajarkan Manusia Hidup Sederhana

Pendeta GPdI Sulut: Paskah Ajarkan Manusia Hidup Sederhana

Frankenstein45.Com – 05 April 2026 | Paskah tahun ini kembali dirayakan di seluruh Indonesia, termasuk di Manado, Sulawesi Utara. Pada kesempatan tersebut, Pendeta Jefry Manitik, gembala Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Tiberias Malalayang Manado, menyampaikan pesan bahwa inti dari perayaan Paskah adalah mengajarkan umat manusia untuk hidup sederhana.

Makna Paskah yang Ditekankan

Enam Nilai Hidup Sederhana yang Diajarkan Paskah

  • Kerendahan hati: Mengingat pengorbanan Kristus, umat diajak menurunkan ego dan bersikap rendah hati.
  • Berbagi: Paskah mengingatkan pentingnya berbagi berkat dengan sesama, terutama yang membutuhkan.
  • Syukur: Menghargai setiap anugerah kehidupan, baik besar maupun kecil.
  • Keterbatasan materi: Menyadari bahwa kebahagiaan sejati tidak terletak pada kepemilikan barang.
  • Kebersamaan: Mengutamakan hubungan antar manusia daripada kepentingan pribadi.
  • Harapan: Menggali harapan baru dalam hidup yang lebih bermakna.

Pendeta Manitik juga menyoroti bahwa di era modern, kecenderungan konsumerisme dan gaya hidup cepat dapat menjauhkan manusia dari nilai-nilai rohani. Oleh karena itu, ia mengajak jemaat dan masyarakat umum untuk memanfaatkan momentum Paskah sebagai titik tolak perubahan gaya hidup yang lebih sederhana dan bermakna.

Dalam sebuah ibadah khusus Paskah, para umat diajak berdoa bersama, merenungkan makna kebangkitan, serta berkomitmen untuk mengurangi konsumsi berlebihan. Pendeta Manitik menutup dengan harapan bahwa setiap individu dapat menemukan kedamaian dan kebahagiaan sejati melalui kehidupan yang lebih sederhana, selaras dengan ajaran Kristus.