Pengamat: Harga Biosolar B50 Harus Kompetitif Agar Diminati Konsumen
Pengamat: Harga Biosolar B50 Harus Kompetitif Agar Diminati Konsumen

Pengamat: Harga Biosolar B50 Harus Kompetitif Agar Diminati Konsumen

Frankenstein45.Com – 27 Juni 2026 | Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum Energi dan Pertambangan (PUSHEP), Bisman Bhaktiar, menekankan bahwa harga biosolar B50 harus dapat bersaing dengan bahan bakar konvensional agar dapat menarik minat pasar. Menurutnya, tarif yang terlalu tinggi dapat menghambat adopsi energi terbarukan di sektor transportasi dan industri.

Bisman menjelaskan bahwa biosolar B50, yang merupakan campuran 50% biodiesel dengan 50% minyak tanah, menawarkan keunggulan lingkungan berupa pengurangan emisi karbon. Namun, keunggulan tersebut tidak akan berpengaruh bila konsumen merasa terbebani oleh selisih biaya. Ia menyarankan pemerintah dan produsen untuk meninjau kembali struktur pajak serta memberikan insentif yang memadai sehingga harga jual di pompa dapat lebih ramah di kantong.

Berikut perkiraan perbandingan harga antara biosolar B50 dan bahan bakar fosil pada kuartal terakhir:

Produk Harga per Liter (Rp) Emisi CO2 (kg)
Biosolar B50 12.500 2,2
Solar (B20) 11.800 2,5
Solar (B0) 10.900 2,9

Data tersebut menunjukkan bahwa meski biosolar B50 memberikan penurunan emisi yang signifikan, selisih harga masih cukup tinggi. Oleh karena itu, kebijakan subsidi, pengurangan tarif impor bahan baku, serta dukungan riset untuk menurunkan biaya produksi menjadi langkah krusial.

Bisman juga mengingatkan bahwa kompetitivitas harga tidak hanya berpengaruh pada konsumen akhir, melainkan juga pada produsen lokal yang berupaya meningkatkan kapasitas produksi. Dengan harga yang lebih bersaing, diharapkan akan tercipta ekosistem yang mendukung pertumbuhan industri bioenergi nasional.