Frankenstein45.Com – 29 April 2026 | Jalan menuju ketahanan energi nasional kini semakin memperhatikan peran gas alam terkompresi (CNG). Pada sebuah rapat komisi, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI menegaskan bahwa pengembangan CNG menjadi prioritas strategis untuk mengurangi ketergantungan pada LPG impor serta meningkatkan efisiensi sektor industri.
Berikut beberapa manfaat utama yang diidentifikasi:
- Pengurangan emisi karbon dibandingkan bahan bakar fosil konvensional.
- Biaya operasional lebih rendah karena harga gas alam cenderung stabil.
- Ketahanan pasokan energi yang lebih terjamin lewat sumber dalam negeri.
- Peningkatan daya saing industri nasional di pasar global.
Untuk mewujudkan target tersebut, DPR mengusulkan serangkaian kebijakan, antara lain:
- Peningkatan investasi infrastruktur pengisian CNG di seluruh wilayah Indonesia.
- Pemberian insentif fiskal bagi perusahaan yang beralih ke CNG.
- Pembentukan regulasi standar keamanan dan kualitas CNG.
- Peningkatan riset dan pengembangan teknologi konversi kendaraan dan peralatan industri.
Namun, implementasi tidak lepas dari tantangan. Keterbatasan jaringan distribusi, kebutuhan akan pelatihan tenaga kerja, serta sinkronisasi kebijakan antar kementerian menjadi faktor kritis yang harus diatasi.
Meski demikian, para legislator optimis bahwa dengan dukungan pemerintah, swasta, dan masyarakat, CNG dapat menjadi tulang punggung baru dalam rangka mengamankan pasokan energi, menurunkan impor LPG, serta memperkuat posisi Indonesia di kancah energi global.




