Frankenstein45.Com – 18 April 2026 | PT Pertamina (Persero) kembali menegaskan komitmennya dalam rangka memperluas penggunaan bahan bakar nabati (BBN) dengan meninjau kembali potensi tebu sebagai sumber utama produksi bioetanol. Langkah ini menjadi bagian penting dari strategi nasional untuk meningkatkan proporsi etanol pada bahan bakar bensin, khususnya varian E20 yang mengandung 20% etanol.
Berikut beberapa poin utama terkait inisiatif tersebut:
- Alasan pemilihan tebu: Tebu merupakan tanaman yang dapat tumbuh di berbagai wilayah tropis Indonesia dengan produktivitas tinggi. Selain itu, tebu memiliki kandungan gula yang melimpah, yang dapat diolah menjadi etanol dengan efisiensi yang kompetitif.
- Target produksi: Pertamina menargetkan peningkatan volume bioetanol yang dihasilkan dari tebu untuk mendukung pasokan bahan bakar E20 sebesar 1,5 juta ton per tahun dalam lima tahun ke depan.
- Manfaat lingkungan: Peningkatan penggunaan etanol berbasis tebu dapat menurunkan emisi karbon dioksida (CO2) hingga 15% dibandingkan bensin konvensional, serta mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
- Dukungan pemerintah: Program ini sejalan dengan kebijakan energi terbarukan yang dicanangkan oleh pemerintah, termasuk insentif fiskal bagi petani tebu dan fasilitas pengolahan bioetanol.
Proses pengembangan meliputi beberapa fase kritis:
| Fase | Deskripsi | Perkiraan Waktu |
|---|---|---|
| Studi kelayakan | Analisis agronomi dan ekonomi untuk memastikan ketersediaan bahan baku | 2024 Q3 |
| Pilot plant | Pembangunan fasilitas skala pilot di lokasi strategis | 2025 Q1‑Q2 |
| Komersialisasi | Ekspansi ke pabrik skala industri dan integrasi ke jaringan distribusi | 2026‑2028 |
Pengembangan etanol dari tebu tidak hanya membuka peluang bagi sektor pertanian, tetapi juga memperkuat ketahanan energi nasional. Dengan memperbanyak penggunaan bahan bakar nabati, Pertamina berharap dapat menawarkan solusi yang lebih ramah lingkungan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.




