Pengembangan Jalur LRT Jakarta: Dua Pilihan setelah KRL Manggarai-Dukuh Atas Beroperasi
Pengembangan Jalur LRT Jakarta: Dua Pilihan setelah KRL Manggarai-Dukuh Atas Beroperasi

Pengembangan Jalur LRT Jakarta: Dua Pilihan setelah KRL Manggarai-Dukuh Atas Beroperasi

Frankenstein45.Com – 11 April 2026 | Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih melakukan kajian mendalam terkait perluasan jaringan LRT setelah jaringan kereta api perkotaan (KRL) sudah menghubungkan Stasiun Manggarai dengan Stasiun Dukuh Atas. Keberadaan KRL di rute tersebut membuka peluang bagi integrasi transportasi massal yang lebih efisien, namun LRT belum sepenuhnya menjangkau area tersebut.

Berbagai pihak terkait, termasuk Dinas Perhubungan DKI Jakarta dan Badan Pengembangan Transportasi (BPT), sedang menilai dua skenario utama untuk memperluas LRT. Kedua opsi tersebut diharapkan dapat mengoptimalkan konektivitas antara pusat bisnis, kawasan perkantoran, dan wilayah pemukiman di sekitarnya.

Opsi 1: Perpanjangan LRT Manggarai‑Dukuh Atas

  • Menjalin jalur LRT langsung dari Stasiun Manggarai ke Stasiun Dukuh Atas, memanfaatkan koridor yang telah dilalui KRL.
  • Penggunaan infrastruktur eksisting, seperti rel dan stasiun, untuk mempercepat proses konstruksi.
  • Memungkinkan transfer penumpang yang lebih cepat antara KRL dan LRT pada kedua titik utama.

Opsi 2: Cabang LRT dari Stasiun Manggarai menuju Sekitar Dukuh Atas

  • Membuat cabang jalur LRT yang berpotensi melewati area komersial dan perkantoran strategis sebelum berakhir di Dukuh Atas.
  • Memberikan layanan tambahan ke area yang belum terlayani KRL, seperti kawasan perumahan di sekitarnya.
  • Menambah kapasitas penumpang dengan mengurangi beban pada jalur KRL yang ada.

Kedua alternatif tersebut sedang dievaluasi berdasarkan faktor teknis, finansial, dan dampak lingkungan. Analisis biaya‑manfaat, estimasi waktu penyelesaian, serta potensi peningkatan jumlah penumpang menjadi pertimbangan utama.

Pemerintah Provinsi berkomitmen untuk menyelesaikan studi tersebut dalam beberapa bulan ke depan, dengan harapan dapat menyampaikan rekomendasi final kepada Gubernur dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Jika disetujui, proyek perluasan LRT ini diharapkan dapat dimulai pada awal tahun 2025, memperkuat jaringan transportasi publik di ibu kota dan mendukung upaya de‑konsentrasi lalu lintas kendaraan pribadi.