Penguatan Rupiah Tak Bisa Hanya Andalkan Intervensi BI, Ekonom Minta Eksportir Tidak Menahan Valas
Penguatan Rupiah Tak Bisa Hanya Andalkan Intervensi BI, Ekonom Minta Eksportir Tidak Menahan Valas

Penguatan Rupiah Tak Bisa Hanya Andalkan Intervensi BI, Ekonom Minta Eksportir Tidak Menahan Valas

Frankenstein45.Com – 20 Mei 2026 | Nilai tukar rupiah masih memiliki ruang untuk menguat asalkan konversi devisa hasil ekspor (DHE) dioptimalkan. Pada pekan ini, para ekonom menekankan bahwa intervensi Bank Indonesia (BI) saja tidak cukup untuk menahan pelemahan mata uang nasional.

Ekonom menyoroti peran penting eksportir dalam menambah likuiditas valuta asing. Mereka mengimbau agar pelaku ekspor tidak menahan atau menunda konversi hasil penjualan mereka ke rupiah. Setiap dolar yang dipertahankan di luar sistem perbankan mengurangi pasokan DHE yang dapat dipakai BI untuk stabilisasi pasar.

Berikut beberapa langkah yang diusulkan:

  • Eksportir segera mengkonversi seluruh pendapatan ekspor ke dalam rupiah melalui mekanisme resmi.
  • Bank komersial mempercepat proses pencairan devisa untuk menghindari penumpukan saldo valas di luar sistem.
  • BI meningkatkan koordinasi dengan kementerian perdagangan untuk memantau arus devisa dan mengidentifikasi hambatan struktural.
  • Pemerintah memperkuat insentif bagi perusahaan yang melakukan konversi cepat, misalnya dengan penurunan tarif pajak atau fasilitas pembiayaan khusus.

Jika rekomendasi ini diimplementasikan, pasokan dolar di pasar domestik akan meningkat, memungkinkan BI untuk melakukan intervensi yang lebih efektif tanpa menimbulkan beban pada cadangan devisa.

Secara jangka panjang, kebijakan yang mengintegrasikan peran eksportir, bank, dan otoritas moneter diperkirakan dapat menciptakan stabilitas nilai tukar yang lebih berkelanjutan, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.