Frankenstein45.Com – 12 Mei 2026 | Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) menggelar Sidang Terbuka Senat di Auditorium Fakultas Kedokteran dan Kesehatan untuk mengukuhkan dua guru besar baru. Upacara tersebut tidak hanya menjadi momen akademik, tetapi juga menjadi panggung bagi para akademisi menyoroti tantangan digitalisasi dan kecerdasan buatan (AI) yang semakin menggerus pola belajar tradisional.
Guru besar pertama, Prof. Dr. Ahmad Fauzi, S.Ked., M.Pd., yang berfokus pada ilmu kedokteran digital, menekankan bahwa ketergantungan berlebih pada perangkat elektronik dapat mengurangi kemampuan kritis mahasiswa. Ia mengingatkan pentingnya keseimbangan antara penggunaan teknologi dan pengembangan kompetensi klinis.
Guru besar kedua, Prof. Dr. Siti Nurhaliza, M.Sc., Ph.D., pakar ilmu komputer dan AI, menggarisbawahi bahwa AI dapat menjadi alat bantu pembelajaran yang efektif bila diterapkan secara etis. Ia memperingatkan bahwa tanpa regulasi yang tepat, AI berpotensi memperlebar kesenjangan akses informasi.
Dalam sambutannya, Ketua Senat UMJ menambahkan beberapa langkah strategis yang akan diambil universitas:
- Penyusunan kurikulum yang mengintegrasikan literasi digital dan etika AI.
- Penyediaan fasilitas lab AI terbuka bagi semua program studi.
- Pelatihan dosen untuk mengoptimalkan teknologi pembelajaran tanpa mengorbankan interaksi tatap muka.
Acara diakhiri dengan diskusi panel yang melibatkan mahasiswa, dosen, dan perwakilan industri teknologi. Mereka sepakat bahwa transformasi digital harus diiringi dengan kebijakan yang melindungi kualitas pendidikan dan kesejahteraan mental mahasiswa.




