Frankenstein45.Com – 19 April 2026 | Sejumlah analis pertahanan menilai bahwa Pentagon kini harus berhadapan dengan ancaman yang berasal bukan dari negara lain, melainkan dari teknologi yang dikembangkan sendiri. Sistem otonom, kecerdasan buatan, serta drone yang semakin canggih menimbulkan risiko baru bila tidak dikelola dengan ketat.
Berikut beberapa bentuk ancaman internal yang diidentifikasi:
- Keputusan otomatis berbasis AI yang dapat mengambil tindakan militer tanpa intervensi manusia.
- Drone swarming yang mampu beroperasi secara kolektif dan menembus pertahanan lawan.
- Kerentanan siber pada jaringan komando dan kontrol, yang dapat dieksploitasi oleh peretas.
- Kesalahan algoritma yang dapat menghasilkan target yang salah atau eskalasi konflik.
Pihak Pentagon telah meluncurkan program evaluasi menyeluruh untuk mengaudit seluruh sistem yang menggunakan AI dan otonomi. Program ini mencakup audit kode, simulasi skenario konflik, serta peninjauan kebijakan penggunaan manusia dalam loop (human‑in‑the‑loop).
Langkah‑langkah utama yang diambil antara lain:
- Mengintegrasikan tim etika AI dalam proses pengembangan senjata.
- Mengembangkan protokol “kill‑switch” yang dapat mematikan sistem secara manual.
- Menetapkan standar keamanan siber tingkat tinggi untuk jaringan militer.
- Melakukan pelatihan intensif bagi operator agar dapat mengintervensi bila diperlukan.
Meski upaya tersebut masih dalam tahap awal, para pakar memperingatkan bahwa ketergantungan pada teknologi canggih harus diimbangi dengan kontrol manusia yang kuat. Tanpa mekanisme pengawasan yang memadai, sistem pertahanan dapat berbalik menjadi ancaman bagi dirinya sendiri.




